Dikalahkan Boeing
Di samping permasalahan industrial, Boeing mampu menang dengan pesawat terbarunya 787 Dreamliner. Itu didesain sebagai solusi untuk mengatasi A380 dan membuka rute baru yakni dikenal dengan “point to point”. Airbus melakukan perlawanan.
Mereka menganggap perjalanan antara kota-kota besar tidak akan mengganggu dominasi transportasi udara. Tapi, pertumbuhan ekonomi justru membalikkan prediksi Airbus. Kota menengah justru berkembang dua kali lipat dibandingkan kota besar. Apa akibatnya? Pesawat bermesin ganda seperti Boeing 787 dan 777 atau A350 pun laris manis.
Enders memang dikenal sebagai pendukung utama A380. Dia mengakhiri permainan proyek itu saat ini setelah pertimbangan selama dua tahun. “Enders menganggap penghentian produksi karena kekurangan pesanan,” kata sumber yang dekat CEO kelahiran Jerman itu.
Orang dalam Airbus khawatir perusahaan justru akan kehilangan simbol kebanggaan dan komersialisasi A380 ketika produksinya dihentikan pada 2021. Bos maskapai pun mencari jaminan dari Airbus untuk menyediakan perangkat dan peralatan pengganti untuk beberapa tahun mendatang. Apalagi banyak maskapai sudah terlalu besar mengeluarkan dana untuk membangun armada A380.
(Andika Hendra)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.