JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyebut pengoperasian Light Rail Transit (LRT) akan dilakukan pada 2021. Dengan pengoperasian kereta ringan ini diharapakan bisa membuat masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi menuju trasnportasi umum.
Direktur Operasional II Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, banyaknya masyarakat yang akan beralih dikarenakan waktu tempuh LRT Jabodebek yang lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Sebab, waktu tempuh LRT Jabodebek dari ujung ke ujung (Bekasi Timur - Dukuh Atas dan Cibubur - Dukuh Atas) hanya sekitar 40 menit saja.
"Waktu perjalanan dari ujung ke ujung 40 menit," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (15/2/2019).
Baca Juga: LRT Jabodebek Bakal Sepi Seperti di Palembang?
Menurut Pundjung, ada beberapa hal yang membuat waktu tempuh bisa berada di angka 40 menit. Salah satunya adalah tidak adanya perlintasan sebidang seperti KRL
"Kalau KRL banyak perlintasan yang bersinggungan dengan KA jarak jauh," ucapnya.
Ditambah lanjut Pundjung, LRT Jabodebek bisa terus melaju dengan waktu pemberhentian di masing-masing stasiun diperkirakan 50 detik. Sedangkan waktu tunggu di stasiun sekitar 3 menit.
"Setiap 3 menit ada kereta supaya bisa angkut 500.000 per hari," jelasnya.
Baca Juga: Beroperasi 2021, LRT Jabodebek Targetkan 500.000 Penumpang/Hari
Pundjung menambahkan, dengan waktu tempuh ini akan semakin banyak yang menggunakan kereta LRT. Adhi Karya memperkirakan jumlah penumpang yang bisa diangkut mencapai 500.000 penumpang per harinya.
"Untuk bisa capai 500.000 sistemnya seperti apa? Supaya bisa travelling time," ucapnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.