nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Langkah Capres Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 18:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 15 320 2018519 menanti-langkah-capres-kembangkan-energi-baru-terbarukan-BSmnhmrFZa.jpg Foto: Jokowi dan Prabowo (Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan kembali menggelar debat calon presiden (capres) pada 17 Februari. Di mana tema tersebut, terkait energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Direktur Eksekutif Center of Reform On Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, isu energi ini nantinya akan pembahasan menarik pada debat capres.

"Contohnya kita butuhkan jangka panjang adalah membangun energi baru terbarukan. Tapi tinggal permasalahan teknis yang nanti debat capres harus dijawab yakni bagaimana caranya? Yang mana yang lebih prioritas? Apakah air? Apakah dari geothermal? Dan bagaimana dari sisi pembiayaannya," ujarnya di Hongkong Cafe Jakarta, Jumat (15/4/2019).

 Baca Juga: Debat Capres 17 Februari Diprediksi Bakal Saling Serang

Dia menjelaskan, isu besar sudah disebutkan terutama energi baru terbarukan. Nah isu besar lain yang sudah disebutkan misalnya masalah pembanguan kilang minyak. Di mana pembangunan kilang minyak menjadi concern juga.

"Walaupun kita ke depannya akan mengurangi produksi dan konsumsi minyak tapi dari sisi kilang minyak tetap harus dibangun supaya satu yang betul-betul kita manfaatkan adalah yang sudah refine bukan yang crude yang kita impor," tuturnya.

 Baca Juga: Jelang Debat Capres, Sandiaga Bilang Prabowo Sudah Lakukan Simulasi

Dia menuturkan, industri turunannya belum banyak disebut masih parsial. Banyak yang belum banyak bicara energi, mulai dari industri plastik, termasuk ada tekstil menjadi banyak sekali dari suatu negara yang dia membangun kilang.

"Walaupun banyak negara yang membangun kilang walaupun dia bukan produsen sepeti Singapura banyak hal dengan kilang tersebut walaupun tidak produksi minyak," katanya.

 Baca Juga: Debat Capres Kedua, Perindo Yakin Jokowi Tampil Maksimal

Dia menambahkan, energi ini mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya ke depan prioritasnya membangun industri manufaktur maka energi ini harus mengikuti ke mana industri manufaktur itu dikembangkan.

"Salah satu masalah industri itu energi mahal yang meningkatkan biaya produksi. Kita tahu secara umum sumber energi di Indonesia Timur dan konsumen dan industri banyak di Indonesia barat, mungkin salah satu untuk mendorong industri manufaktur yang tepat adalah mengeluarkan industri manufaktur yang ada di Jawa," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini