nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Debat Kedua, Sektor Pangan Jadi Isu Besar

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 19:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 15 320 2018584 jelang-debat-kedua-sektor-pangan-jadi-isu-besar-7mkPXZKX44.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Reform On Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai sektor pangan menjadi salah satu isu yang besar pada debat Calon Presiden (Capres), pada 17 Februari 2019.

"Sektor pangan ini, salah satu isu yang besar saya pikir. Walaupun paling besar permasalahan pangan ini sering kali yang mendominasi itu impor. Bukan hanya impor tapi dari sisi produksi suplai nah yang kurang itu sebetulnya menyentuh ke permasalahan yang krusial yaitu di distribusi pencadangan dan tata kelola cadangan pangan peran Bulog dan sebagainya," ujarnya, di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Baca Juga: Harga Pangan Stabil, Kemiskinan Petani Pun Turun

Dia menjelaskan, hal tersebut sering kali mendorong harga pangan yang terjangkau yang dilakukan adalah menekan harga ditingkat petani tidak menyelesaikan permasalahan terjadi di distribusi. Padahal harga ditingkat petani ditekan.

"Nah insentif bagi petani jadi kecil yang menyebabkan impor naik karena makin lama itu insentif bagi petani dalam negeri itu makin kecil kalau dia kesejahteraan menintkat nilai tukar itu kecil jadi impor itu salah satunya adalah karena kebijakan itu tadi keberpihakan petani dalam negeri," tuturnya.

Dia menuturkan, permasalahan yang lain adalah permasalahan pendataan yang sampai saat sekarang carut marut. Maka itu, kenapa data itu berkaitanya dengan impor. Pasalnya data yang tidak akurat menyebabkan kebijakan tidak tepat.

"Sementara kita pada saat bulan ini harus segera impor menjadi telat menjadi permasalahan lagi karena kalau dia terlambat mengimpor misalkan cadangan dalam negeri menjadi sangat tipis harga menjadi melambung nah begitu juga pada saat semestinya kita tidak mengimpor timing karena sudah dekat panen atau kita baru saja panen," ungkapnya.

Baca Juga: Tak Andalkan Musim Panen, Begini Cara Stabilkan Harga Pangan

Apabila impor takut atau kesalahan data itu, lanjut dia, itu bisa menjadi kelebihan oversuplai atau kelebihan cadangan di Bulog, seperti terjadi sekarang bahkan sampai ada isu akan ada ekspor lagi. Di mana itu karena kesalahan managemen pangan tata kelolanya.

"Sehingga menjadi cadangan pangan berlebih tapi cadangan itu tidak bergerak tidak terserap nah padahal pangan ini ada jangka waktunya expirenya," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini