JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat data neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2019 mengalami peningkatan defisit sebesar USD1,16 miliar. Defisit tersebut dinilai lebih besar dipengaruhi oleh sektor minya dan gas (migas) dan nonmigas.
Pria yang akrab disapa Kecuk ini menjelaskan, kondisi neraca perdagangan Januari 2019 dipicu defisit pada sektor minyak dan gas (migas) maupun nonmigas.
Di mana pada sektor migas mengalami defisit sebesar USD454,8 juta. Di dorong defisit pada minyak mentah sebesar USD383,6 juta dan hasil minyak defisit USD981,1 juta, sedangkan gas mengalami surplus USD909,9 juta.
"Adapun sektor nonmigas mengalami defisit lebih besar yakni USD704,7 juta," katanya.
Baca Selengkapnya: BPS: Neraca Perdagangan Januari 2019 Defisit USD1,16 Miliar
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.