nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teken Kontrak WK Sakakemang hingga Maratua, Negara Dapat Bonus Rp84 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 18:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 18 320 2019733 teken-kontrak-wk-sakakemang-hingga-maratua-negara-dapat-bonus-rp84-miliar-QKXj3BhAIr.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah kembali menandatangani tiga Kontrak Kerja Sama (KKS) Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas) Konvensional dengan skema gross split. Ketiga WK Migas tersebut merupakan hasil penawaran WK Migas Konvensional Tahap III Tahun 2018, yakni WK Migas South Andaman, South Sakakemang, dan Maratua.

Dari hasil penandatanganan dari tiga WK tersebut , pemerintah mengantongi bonus tandatangan sebesar USD6 juta atau setara Rp84 miliar (kurs Rp14.000/USD). Sementara total nilai investasi dari kegiatan komitmen pasti sebesar USD10,95 juta.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, dengan penandatanganan ini, tercatat total blok yang menggunakan gross split sebanyak 40 blok. Hal ini semakin membuktikan, investasi migas di Indonesia menarik di mata investor.

"Percaya kita mau mempermudah semua proses," ujarnya dalam acara penadatanganan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/2/2019).

Baca Juga: ESDM Siap Lelang 5 Blok Migas Tahap I di 2019

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, WK pertama yang ditandatangani adalah WK South Andaman, entitas baru kontraktor MP (South Andaman) Holding RSC. LTD.

Konntraktor membayarkan bonus tanda tangan USD2 juta dan komitmen pasti berupa G&G (USD 150 ribu dan seismic 3D 500 km2 (USD2 juta) dengan total nilai USD2,15 juta.

Selanjutnya untuk WK South Sakakemang degan entitas baru Kontraktor Konsorsium Repsol Exploracion South Sakakemang S.L.-MOECO South Sakakemang B.V. Perusahanaan membayar bonus tanda tangan USD2 juta dan komitmen pasti berupa G&G (USD300 ribu) dan seismic 2D 250 km (USD2,75 juta) dengan total nilai USD3,05 juta.

Dan yang terakhir adalah WK Maratua dengan entitas baru kontrakotr PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu. Perseroan memberikan bonus tanda tangan sebesar USD2 juta dan komitmen pasti berupa G&G (USD750 ribu) dan seismic 3D 500 km2 (USD5 juta) dengan total nilai USD5,75 juta.

"Dengan ada tiga kontrak ini, maka 9 kontrak kerjasama gross split sepanjang 2018," ucapnya.

Baca Juga: Petronas dan Repsol Kerjasama Garap Wilayah Kerja Sakakemang di Sumatra

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan satu amandemen KKS, yakni KKS Sebatik. Penadatangana ini merupakan perubahan skema dari yang semula menggunakan skema bagi hasil cost recovery, dilakukan perubahan menjadi gross split.

"Lalu tanda tagan kontrak gross split WK Sebatik juga untuk di tanda tangan hari ini, operator star energi sebatik ltd. Kontrak awal 7 Oktober 2005. Sekarang masih eksplorasi," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini