nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangkas Anggaran Tak Perlu, 186 Pemda Hemat Rp6,9 Triliun

Selasa 19 Februari 2019 16:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 19 320 2020154 pangkas-anggaran-tak-perlu-186-pemda-hemat-rp6-9-triliun-WM9tl3hs6B.jpeg Menpan-RB Syafruddin (Foto: Dok. PANRB)

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan, penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di 186 Pemerintah Daerah Wilayah III berhasil menghemat anggaran hingga Rp6,9 triliun pada 2018.

"Penghematan ini diperoleh melalui cross cutting program yang kurang sesuai, untuk kemudian dialihkan melalui refocusing program sehingga anggaran tepat sasaran," kata Syafruddin dalam keterangan resminya, dikutip dari Antaranews, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Menurutnya, dengan sistem itu paradigma kinerja diubah, bukan lagi hanya melakukan program yang dianggarkan, tetapi cara paling efektif dan efisien mencapai sasaran sehingga efisiensi yang dicapai bukanlah kebocoran.

Baca Juga: Anggaran Disebut Bocor 25%, Ini Jawaban Kemenpan RB

Dikatakan, penerapannya memastikan anggaran hanya dipergunakan untuk membiayai program ataupun kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan. Penghematan anggaran terjadi dengan dihapusnya sejumlah kegiatan yang tidak penting dan yang tidak mendukung kinerja instansi.

Oleh karena itu, pihaknya melalui Kedeputian Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan (RB Kunwas) tidak habis-habisnya memberikan pendampingan kepada setiap pemerintah daerah guna menggelorakan perubahan di masing-masing daerah.

Mantan Wakapolri ini berharap agar tata kelola kinerja seluruh kementerian/lembaga dan pemda, serta program programnya dapat berjalan secara tepat sasaran, efektif dan efisien.

Dia juga mengingatkan bahwa penyerahan hasil evaluasi ini bukan menjadi ajang menang atau kalah, bukan juga menjadi sebuah kompetisi tentang angka dan nilai, namun lebih dari itu sebagai sebuah milestone atau peninggalan para abdi negara dalam menciptakan perubahan kinerja.

Baca Juga: Terapkan Sistem Akuntabilitas, 150 Pemda Hemat Anggaran hingga Rp22,3 Triliun

“Setelah sekian lama perjuangan itu mencapai titik ini, tidaklah berhenti dan berakhir di sini, melainkan terus memperbaiki tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan lebih baik lagi di tahun mendatang,” ujarnya.

Menteri juga mengajak para kepala daerah untuk tidak lagi bekerja hanya untuk membuat laporan atau hanya untuk menyerap

anggaran, namun sekarang waktunya bekerja fokus dari hulu ke hilir program. Efisiensi bukan hanya tentang cara memotong anggaran, tetapi juga penerapan manajemen berbasis kinerja.

Dia memberikan contoh, penerapan e-government melalui e-budgeting untuk menghindari 'program siluman' yang berpotensi penyimpangan.

Sementara itu Deputi Bidang RB Kunwas Kementerian PANRB M. Yusuf Ateh menjelaskan hasil evaluasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah untuk mengukur perkembangan implementasinya serta melakukan pembinaan berkesinambungan.

Kementerian PANRB setiap tahunnya melaksanakan evaluasi atas implementasinya pada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Evaluasi tersebut telah dapat memetakan instansi pemerintah pada beberapa kategori.

Penyerahan hasil evaluasi kali ini diperuntukkan bagi 186 pemda di wilayah III yang terdiri dari seluruh 174 pemerintah kabupaten/kota dan 12 pemerintah provinsi se-Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Dearah Istimewa.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini