nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hyundai dan Grab Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 20:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 20 320 2020736 hyundai-dan-grab-siap-bangun-pabrik-mobil-listrik-di-indonesia-HclHazvT4D.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut dua perusahaan besar asing akan investasi mobil listrik di Indonesia. Kedua perusahaan tersebut yakni Hyundai Motor Company (Hyundai) dan juga Grab.

Kepastian tersebut didapatkan setelah dirinya bertemu dengan CEO Grab Anthony Tan dan juga perwakilan dari Hyundai. Bahkan keduanya ingin agar proses investasi untuk mobil listrik bisa dilakukan secepatnya.

"Hyundai dan Grab kemarin datang mereka mau investasi di Indonesia, mereka tuh pengennya cepat," ujarnya dalam acara afternoon tea di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

 Baca Juga: Kendaraan Listrik Hemat Devisa Rp798 Triliun

Khusus untuk Grab lanjut Luhut sudah berkomitmen untuk investasi miliaran dolar AS di Indonesia. Bahkan, pihak Grab tidak peduli dengan event demokrasi dan justru ingin mempercepat proses investasi tersebut.

"Anthony Tan CEO Grab ini dia bilang tidak peduli dengan pilpres dia bilang 'soal politik saya percaya pemerintahan kamu'. Saya ingin investasi saja," katanya.

Khusus untuk Grab ini sendiri nantinya akan investasi mobil listrik. Mengenai bagaimana mekanismenya masih baru akan dipresentasikan bulan depan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Grab ingin membawa investasi hingga billion dolar," ucapnya.

 Baca Juga: RI Fokus Kembangkan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Sementara dari pihak Hyundai sendiri sudah berkomitmen juga untuk investasi di Indonesia. Rencananya perusahaan asal Korea itu akan membangun pabrik mobil listrik di Karawang.

Mengenai mekanismenya, Luhut menyerahkan sepenuhnya kepada kedua belah pihak. Maksudnya adalah apakah nantinya keduanya akan bergabung atau justru menggabung masing-masing.

"Mereka hanya tinggal minta approval ke Indonesia dan beberapa masalah teknis tax," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini