nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mentan: Program Serasi Tekan Biaya Operasional Petani hingga 40%

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 19:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 25 320 2022672 mentan-program-serasi-tekan-biaya-operasional-petani-hingga-40-QC2RpYaaU4.jpg Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: Kementan)

KALIMANTAN SELATAN - Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang menyasar peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas pertanaman padi di lahan rawa Kalimantan Selatan (Kalsel) berjalan dengan sukses.

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel menunjukan implementasi program Serasi mencapai 250.000 hektare (ha).

Angka itu terdiri dari Kabupaten Tapin 35.000 ha, Kabupaten Hulu Sungai Utara 20.000 ha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 30.000 ha, Kabupaten Tanah Laut seluas 30.000 ha, Kabupaten Banjar seluas 35.000 ha dan Kabupaten Barito Kuala seluas 100.000 ha.

Baca Juga: Mentan Kucurkan Benih hingga Sapi untuk Petani Madura

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus menggarap ratusan ribu hektare lahan rawa dan pasang surut yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Garapan ini masuk pada rencana jangka panjang Program Serasi

"Nah, dengan Serasi kita harus mencoba menerapkan teknologi baru, yang semua pendekatannya menggunakan teknologi. Sebab tanpa teknologi kita tidak akan bisa bersaing dengan negara lain," kata Amran, dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/2/2019).

Menurut dia, teknologi yang dimaksud meliputi proses pembibitan, perawatan sampai proses masa panen dengan menggunakan combine harvester atau alat canggih yang bisa memanen padi dengan sistem dam waktu yang cepat.

"Dulu kalau panen 1 hektare butuh 25 hari. Tadi kita bisa lihat panen hari ini hanya butuh waktu 3 jam. Ini artinya kita mampu menekan biaya operasional sampai 40%. Itulah yang kami kembangkan, pertanian tradisional kita transformasikan jadi pertanian moderen," katanya.

Baca Juga: Jabat Menteri Pertanian, Amran Sulaiman Sempat Diprotes Keluarga

Amran menjelaskan, saat ini ada lebih dari 10 juta ha potensi lahan tidur dan petani tidur yang perlu dibangunkan pemerintah. Luasan lahan itu akan dijadikan lahan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan para petani.

"Kami juga sudah disiapkan benih yang cocok untuk lahan rawa dan pasang surut yang kita teliti selama 2 tahun. Namanya benih infara 2 dan infara 3. Benih ini mampu menghasilkan produksinya 6 ton. artinya apa pendapatan petani bisa meningkat 500 persen. Inilah mimpi besar kita yang sudah menjadi kenyataan," katanya.

Lebih dari itu, kata Amran, pemerintah di bawah arahan Presiden Joko Widodo mampu mensuplai pemenuhan pangan pada 500 juta hingga 1 miliar penduduk Indonesia. Kecukupan pangan ini merupakan buah kerja keras para petani di seluruh Indonesia.

"Kita ingin sampaikan bahwa saat ini Indoneaia mampu mensuplai dan memenuhi pangan penduduknya sebanyak 500 juta hingga 1 miliar. Apalagi lahan kita hanya 7 juta hektare dan potensi lahan pasar surut 10 juta. Tapi Alhamdullilah PDB (Pendapatan Domestik Bruto) pertanian kita naik tajam," tutupnya.

Mengacu data Dinas setempat, keadaan pertanaman padi di wilayah Kalimantan Selatan saat ini mencapai 584.174 ha yang terdiri dari produksi padi 2.421.055 ton dengan rata-rata produksi 41,44 ku/ha.

Kemudian diperkiraan untuk luas panen di Provinsi Kalimantan Selatan pada Januari dan April 2019 mendatang mencapai 108.166 ha dengan perkiraan produksi sebesar 517.682 ton. Sedangkan perkiraan luas panen padi pada bulan Februari mencapai 24.587 ha, dengan produksi mencapai 117.673 ton.

Adapun lahan pertanian di sana sampai saat ini tetap menggunakan penerapan pola tanam Satu kali mawiwit semai dua kali panen (Sawit Dupa). Pola ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP180.

Sekedar diketahui, penanaman padi unggul ini 80 persen menggunakan area sawah, 20% lainya khusus untuk pembibitan padi lokal yang akan digunakan pada bulan Februari dan Juni.

Sedangkan untuk keadaan pertanaman padi di wilayah Kabupaten Tanah Laut saat ini terhitung bagus. Terbukti, dari luas panen yang mencapai 57.303 ha, 6.300 di antaranya rata-rata menghasilkan produksi 51,24 ton/ha.

Potensi produksi padi di Kabupaten Tanah Laut pada bulan Februari 2019 mencapai 30.907 ton atau1,27%. Angka itu merupakan angka pecahan dari total produksi Se-Provinsi Kalimantan Selatan yaitu sebesar 2.421.055 ton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini