nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jack Ma Makin Kaya padahal Pasar Saham China Anjlok, Kok Bisa?

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 13:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 28 320 2023939 jack-ma-makin-kaya-padahal-pasar-saham-china-anjlok-kok-bisa-mNK1SQtBAl.jpg Bos Alibaba Jack Ma (Foto: Reuters)

JAKARTAKekayaan CEO Alibaba Jack Ma meningkat meskipun pasar saham China mengalami penurunan. Gejolak pasar saham di China memang menjadi pukulan besar bagi deretan orang super kaya. Buktinya, menurut perusahaan riset kekayaan Hurun Report jumlah miliarder di China, yang meliputi Taiwan dan Hong Kong turun sebanyak 161% pada tahun lalu.

Melansir CNN, Kamis (28/2/20019), meski banyak miliarder yang rugi, Jack Ma dan beberapa orang super kaya justru mengalami peningkatan. Jack Ma, pendiri perusahaan e-commerce Alibaba, menikmati kenaikan lebih dari 20% dalam kekayaannya menjadi USD39 miliar, membuatnya menjadi orang terkaya di Tiongkok.

Kekayaan Ma naik tahun lalu berkat peningkatan tajam dalam nilai pengelola transaksi online milik Alibaba, Ant Financial.

Baca Juga: Ratusan Miliarder China 'Lenyap' Akibat Anjloknya Pasar Saham

Tapi kekayaan Ma masih kalah jauh dibandingkan pria terkaya di dunia, Jeff Bezos. Hurun mencatat kekayaan bersih Bos Amazon mencapai USD147 miliar.

Serangkaian IPO besar Tiongkok juga melambungkan nama-nama baru ke jajaran orang super kaya. Zhang Yong sekarang adalah pemilik restoran terkaya di dunia setelah rantai hot pot China-nya, Haidilao, go public di Hong Kong tahun lalu. Kekayaan Zhang diperkirakan bernilai USD8,8 miliar.

Peserta baru lainnya adalah Zhang Yiming, pendiri startup internet ByteDance. Perusahaan, yang berada di belakang banyak aplikasi media sosial populer seperti TikTok, sekarang dilaporkan memiliki kekayaan sekitar USD75 miliar.

jack ma

"Terlepas dari perlambatan ekonomi Tiongkok, ada inovasi signifikan yang terjadi, ditunjukkan oleh China memiliki lebih banyak wajah baru daripada negara lain di dunia," kata Ketua laporan Hurun Rupert Hoogewerf.

Asal tahu saja, harta miliarder China tergerus anjloknya pasar saham lebih dari 25%. Laporan Hurun mengatakan, selain beban pasar saham, kekayaan miliarder China turun akibat lesunya mata uang negara tersebut.

Pasar keuangan Tiongkok diguncang pada tahun 2018 oleh kekhawatiran atas perlambatan ekonomi dan perang dagang dengan Amerika Serikat. Analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan turun akhir tahun ini.

Berdasarkan laporan Hurun, jumlah miliarder Tiongkok turun dari 819 menjadi 658 pada tahun yang berakhir pada 31 Januari. Meskipun mengalami penurunan besar, negara ini masih memiliki miliarder lebih banyak daripada Amerika Serikat yang memiliki 584 orang super kaya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini