nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Februari 2019 Deflasi 0,08%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 09:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 01 20 2024333 bps-februari-2019-deflasi-0-08-3BXRGckKeh.jpg Foto: BPS Umumkan Februari Deflasi 0,08% (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2019 terjadi deflasi sebesar 0,08% (month to month/mtm). Realisasi ini lebih terkendali dari bulan Januari 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,32%.

Adapun inflasi tahun kalender Januari-Februari 2019 tercatat 0,24% (year to date/ytd). Sementara, inflasi tahunan Januari 2019 sebesar 2,57% (year on year/yoy).

"Perkembangan IHK pada Februari 2019 terjadi deflasi sebesar 0,08%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Yunita Rusanti dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

 Baca Juga: Menanti Data Inflasi Februari 2019, Ada Kejutan?

Dia menyatakan, perkembangan laju IHK bulan ini lebih terkendali dari periode yang sama di dua tahun sebelumnya. Di mana pada Februari 2017 terjadi inflasi sebesar 0,17% dan di 2018 inflasi sebesar 0,23%.

"Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang di Februari mengalami inflasi, tapi tahun ini mengalami deflasi," katanya.

Yunita menjelaskan, BPS telah melakukan pemantauan di 82 kota di Indonesia. Dari 82 kota tersebut, sebanyak 69 kota mengalami deflasi, sedangkan 9 kota mengalami inflasi.

Pantauan BPS menyebut, deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11% dan deflasi terendah di Serang sebesar 0,02%. Sebaliknya, inflasi tertinggi ada di Tual sebesar 2,98% dan inflasi terendah di Kendari sebesar 0,03%.

 Baca Juga: Februari 2019 Diprediksi Deflasi 0,05%

Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pada Februari 2019 terjadi deflasi sekitar 0,05% mtm. "Deflasi pada bulan lalu dipengaruhi oleh tren deflasi kelompok volatile food di mana sebagian besar harga komoditas pangan cenderung turun," katanya kepada Okezone.

Komoditas yang mengalami penurunan harga yakni daging ayam sebesar -6,5% mtm, telur ayam -3,9% mtm, bawang merah -11,4% mtm, cabai merah -11,5% mtm, dan cabai rawit -10,8% mtm.

Lebih lanjut, Josua bilang andil deflasi juga dikontribusi oleh kelompok harga yang diatur pemerintah. "Di mana sejalan dengan kebijakan pemerintah memangkas harga BBM non-subsidi serta melakukan penyesuaian harga BBM RON88 pada bulan lalu," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini