nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertamina-Petronas Ekspansi Bisnis Hulu Migas di Timur Tengah

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 09:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 04 320 2025436 pertamina-petronas-ekspansi-bisnis-hulu-migas-di-timur-tengah-jvDenmQc1k.jpg

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membuka peluang kerja sama hulu minyak dan gas bumi dengan perusahaan migas asal Malaysia, yakni Petronas. Peluang kerja sama itu akan diwujudkan dengan kerja sama melakukan ekspansi bisnis hulu migas di luar negeri.

”Kemungkinan besar kami akan menjajaki kerja sama di Timur Tengah. Lapangan di Timur Tengah bisa jadi peluang kerja sama antara Pertamina dengan Petronas,” ujar Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Laba Bersih 2018 Capai Rp5 Triliun

Menurut dia, peluang kerja sama melakukan ekspansi bisnis bersama di Timur Tengah masih tahap awal. Langkah itu sebagai upaya Pertamina mengembangkan bisnis di kancah internasional. Tak hanya itu, Pertamina juga berencana meningkatkan hak partisipasi di sejumlah blok migas milik Petronas.

Sejumlah blok migas itu di antaranya Lapangan Kikeh, Lapangan Kidurong, dan Lapangan Kimanis. ”Di sana kami nonoperator atau semua participating interest (PI). Masih ada kemungkinan melakukan farm in lagi,” kata dia.

Selain itu, Pertamina juga menjajaki kerja sama pemanfaatan kilang minyak Petronas untuk bisa mengolah minyak mentah milik Pertamina. Sementara itu, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan mengatakan, peluang kerja sama itu terbuka lebar karena keduanya memiliki aset migas di Timur Tengah.

Selain di Timur Tengah, Pertamina juga memiliki aset hulu migas di Afrika antara lain di Gabon, Aljazair, Namibia, Nigeria, dan Tanzania. ”Misalnya aset upstream kami di Gabon, Malaysia kan punya dan joint operation juga. Kita sharing bareng infrastrukturnya,” ujar dia.

Baca Juga: Wamen ESDM Sebut Pertamina Tak Akan Bangkrut karena BBM Satu Harga

Kemudian untuk kerja sama kilang, katanya, Pertamina berencana memanfaatkan kilang Petronas untuk mengolah minyak mentah. Adapun kerja sama ini berupa kesepakatan pengolahan minyak mentah (crude processing deal /CPD).

”Jadi yang kita jajaki apakah kita bisa menggunakan kilang Petronas. Jadi, selain minyak mentah bagian Pertamina di Malaysia atau kita ambil crude di Irak lalu kita bawa ke kilang Petronas. Nanti hasil olehan itu seluruhnya dibawa ke Indonesia,” ungkap Heru.

Kinerja Keuangan

Di sisi lain, laba bersih Pertamina pada 2018 diperkirakan di atas Rp5 triliun. Namun, angka itu masih dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury mengatakan, audit BPK diperlukan karena Pertamina menyalurkan bahan bakar minyak penugasan pemerintah.

”Masih menunggu dari Badan Pemeriksa Keuangan. Pasti di atas Rp5 triliun,” kata Pahala. Pahala mengungkapkan telah memiliki sejumlah strategi meningkatkan kinerja keuangan pada 2019 ini. Dari sisi upstream akan diinvestasikan untuk mempertahankan produksi.

Pihaknya menyebut langkah tersebut setidaknya bisa menekan penurunan produksi. Selanjutnya Pertamina juga akan memulai kegiatan investasi untuk pengembangan kilang. Selain itu, Pertamina akan terus melakukan digitalisasi pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan tujuan agar penyaluran BBM tepat sasaran.

Pertamina juga melakukan cost effectiveness, baik di upstream, downstream, maupun midstream . Hal senada dikatakan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Menurut Nicke untuk proses audit masih berjalan. Rencananya proses itu akan rampung pada Maret 2019.

”Nanti 9 Maret 2019 hasil auditnya keluar. Nanti pasti akan dipublikasikan,” tuturnya. Sebagaimana diketahui, Pertamina mengantongi laba bersih Rp35 triliun pada 2017 lalu. Total aset yang dimiliki Pertamina per akhir 2017 mencapai Rp694 triliun.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini