nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Artha Graha dan NTB Syariah Salurkan KPR Bersubsidi Mulai Bulan Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 06 470 2026615 bank-artha-graha-dan-ntb-syariah-salurkan-kpr-bersubsidi-mulai-bulan-ini-jZsAXVgJEi.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan ada dua bank lagi yang akan menyalurkan Kredit Pemilkan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias KPR Bersubsidi. Kedua bank tersebut, Bank Arta Graha dan Bank NTB Syariah.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan dan Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Budi Hartono mengatakan, penyaluran KPR FLPP pada dua bank tersebut bisa dimulai pada bulan ini. Sedangkan penandatanagan kerjasama operasi (PKO) dilakukan sudah dilakukan akhir Februari lalu.

"Sudah tambah dua (bank) nih yang kemarin tanda tangan, yaitu Bank Artha Graha dan Bank NTB Syariah," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Baca Juga: KPR Milenial Tersalurkan Rp1,7 Triliun dalam 3 Bulan

Budi menambahkan, ada abeberapa alasan mengapa kedua bank tersebut dipilih untuk menyalurkan KPR FLPP. Pertama, karena adanya komitmen perbaikan yang dilakukan oleh kedua bank tersebut, khususnya Bank Artha Graha yang sejak lalu mengambil alih KPR FLPP beberapa bank.

Seperti diketahui, untuk Bank Artha Graha sendiri pada tahun lalu dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk menyalurkan KPR FLPP. Artha Graha mengambil alih penyaluran KPR FLPP dari bank-bank yang menunjukan kinerja yang kurang baik bersama dengan Bank BTN.

Baca Juga: Pengajuan KPR Subsidi Sering Ditolak Bank, Ini Penyebabnya

Sedangakan Bank NTB Syariah merupakan pertama kalinya. Bank daerah tersebut menyalurkkan KPR Subsidi dengan skema FLPP kepada masyrakat. Tahun 2019 sendiri Bank NTB sendiri ditargetkan bisa menyalurkan rumah subsidi sebanyak 2000 unit pada tahun 2019 ini.

"Yang dua bank ini sangat siap memperbaiki kekurangan, seperti menambah analis, nambah produk baru. Ini sekarang masih ada 5 bank yang akan kami asses," jelasnya.

Pada tahun, PPDPP menarget dapat menyalurkan 68.858 KPR FLPP kepada masyarakat dengan anggaran Rp7,1 triliun. Nantinya alokasi bank lain akan dibagi yang kemudian diserahkan kepada penyalur baru yang ditetapkan tahun ini.

"Nanti realokasi aja berdasarkan hasil review. Kami kan selalu melakukan evaluasi, kalau bank lain rendah nanti diserahkan ke bank lain. Ini agar kita pastikan Desember 2019, target sudah tercapai," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini