nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Jadi Raja Mebel Dunia, Ini Rahasia Kesuksesannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 14:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 11 320 2028432 china-jadi-raja-mebel-dunia-ini-rahasia-kesuksesannya-QRNWcxcg6m.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - China mencatatkan nilai ekspor mebel sebesar USD75 miliar atau setara Rp1.071 triliun (kurs Rp14.000 per USD) pada 2018. Capaian tersebut mengantarkan China menjadi raja ekspor mebel dunia.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan, besarnya nilai ekspor China tidak terlepas dari peradaban negara tersebut yang sudah amat jauh berkembang, jika dibandingkan dengan Indonesia yang saat ini berada di peringkat 22 dunia.

Seperti diketahui, berdasarkan data Centro Study Industrial Leggera (CSIL) Indonesia menempati posisi 22 dunia negara dengan ekspor furnitur terbesar di dunia. Adapun angka ekspor Indonesia sendiri pada 2018 mencapai USD1,69 miliar.

Baca Juga: Jurus Pemerintah Kejar Target Ekspor Mebel USD2,5 Miliar di 2019

"China itu tahunnya saja sudah 2750, kita baru 2018. Dari sini saja sudah beda 510 tahun. Itu berapa turunan? Dibagi 20 saja sudah 27 turunan," ujarnya saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Di sisi lain lanjut Soenoto, China juga pintar dalam menciptakan nilai tambah pada produk ekspornya. Di samping memang para pengusaha China ini pintar mencari pasar ekspornya.

Baca Juga: Ekspor Mebel Ditargetkan Tembus USD5 Miliar pada 2024

Soenoto juga menambahkan jika China pintar mencari keunikan dari produknya. Beberapa produk mebel asal negeri tirai bambu ini biasanya memanfaatkan kearifan lokal dalam membuat produknya.

Hal tersebut menurut Soenoto bisa dicontoh oleh Indonesia. Indonesia bisa mencari keunikan dari setiap produknya sebab ada beberapa keunggulan dari produk Indonesia yang tidak dimiliki negara lain.

"Eh China datang ke Indonesia, kami punya rotan. Salah satunya Indonesia bertengger di kancah Internasional itu melalui rotan. karena kalau kayu setiap negara bisa unggul, tapi kalau rotan hanya kita yang punya," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini