Pelaku UMKM Manfaatkan Peluang Jadi Agen Logistik

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 320 2031482 pelaku-umkm-manfaatkan-peluang-jadi-agen-logistik-6Vv4w6ZwYn.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) memanfaatkan peluang bisnis tren belanja online dengan menjadi agen logistik. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pada 2018 ada sekitar 30 juta pembeli online di negeri ini. Jumlah pembeli itu tumbuh rata-rata 12% setiap tahunnya.

“Kakak saya sangat suka sekali belanja online , lalu saya melihat ada peluang di bisnis logistik dari perkembangan belanja online itu,” ujar Sanal Riyadi, pelaku usaha bisnis logistik di Jakarta, beberapa waktu lalu. Riyadi mengaku merintis usaha bisnis logistik pada Juli 2017 lalu. Meski baru berjalan kurang dari dua tahun, omzetnya sudah mencapai puluhan juta per bulan.

Baca Juga: Menhub Dorong UMKM Bersaing di Era Digital

Menurut Riyadi, modal untuk membuka usaha logistik cukup terjangkau, yakni hanya deposit Rp1juta saja dan memiliki tempat usaha yang bisa dipakai hingga dua tahun lamanya serta barang-barang, seperti komputer, internet, dan keperluan lainnya. “Pada Mei 2017, saya ditawari jadi agen logistik Lion Parcel, dan pada Juli 2017, saya langsung berhenti dan buka bisnis logistik,” katanya. Dia mengungkapkan, berawal dari kirim barang hanya 3 kilogram, kekurangan saldo dan mendapat barang yang rejectan, sudah dilaluinya. Kini dia bangga memiliki usaha sendiri dengan pendapatan mencapai Rp40 juta per bulan. “Sudah beberapa karyawan untuk administrasi, kurir, dan juga beberapa armada transportasi untuk pikap barang,” katanya.

Baca Juga: Perluas Pasar, UMKM Harus Manfaatkan Teknologi Digital

Peluang bisnis logistik juga ditekuni Maria Amanda. Baru dua tahun menjalani usaha tersebut, saat ini dia sudah ekspansi dan memiliki lebih dari satu kios. Terjunnya Maria ke bisnis ini karena sering berbelanja melalui situs e-commerce dan media sosial. Dari aktivitasnya itu, terbesit ide untuk ikut terjun ke bisnis jasa pengiriman. Apalagi sebagai seorang ibu, dia juga menginginkan bisa lebih banyak meluangkan waktu bersama anaknya. Pada April 2017, Maria memutuskan membuka satu kios Lion Parcel di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dari awalnya mendapat paket kiriman 5 kilogram per hari, kini kiriman yang harus dia tangani mencapai ratusan kilo setiap harinya. “Itu sebabnya, saya membuka kios lain di wilayah yang sama untuk melayani pengiriman konsumen,” kata dia.

Dia mengakui nama Lion Parcel memang merupakan pemain baru dan belum begitu di kenal masyarakat dibanding nama perusahaan logistik lainnya. Namun, justru itu yang membuat perusahaan tersebut memiliki peluang tumbuh lebih besar. Ditambah lagi, bisnis jasa pengiriman memang tengah naik daun. Tidak hanya pengiriman produk dari situs belanja atau e-commerce, tapi juga dari kebutuhan perusahaan-perusahaan untuk mengirimkan dokumen. “Pengiriman paket dan dokumen itu pasti setiap saat dibutuhkan, kemudian sifatnya juga kontinu,” katanya.

(Rakhmat Baihaqi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini