Menteri Basuki Tolak Usulan Terminal Dibangun di Rest Area Tol Trans Jawa

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 25 320 2034816 menteri-basuki-tolak-usulan-terminal-dibangun-di-rest-area-tol-trans-jawa-e1au0sjLJL.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun terminal di jalan Tol Trans Jawa. Terminal tersebut akan berada di Rest Area Tol Trans Jawa.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun menolak wacana tersebut. Sebab menurutnya, baik secara regulasi maupun teknis pembangunan terminal di jalan tol tidak memungkinkan.

"Enggak bisa di rest area jadi terminal," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Menurut Basuki, secara aturan memang pembangunan terminal di rest area tidak mengakomodir. Dalam Peraturan Menteri PUPR No.10/PRT/M/2018, fasilitas terminal tidak menjadi fasilitas yang harus disediakan oleh pengelola.

Baca Juga: Rest Area Tol Trans Jawa Akan Jadi Terminal Bus

Sementara itu berdasarkan Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2014 tentang Angkutan dan Jalan, angkutan penumpang sebetulnya bisa menurunkan dan menaikkan penumpang pada tempat yang ditentukan, yaitu terminal, halte, atau rambu pemberhentian. Namun, ini hanya berlaku untuk angkutan perkotaan atau perdesaa.

"Selain teknis, aturannya. Ini namanya Tol. Jalan bebas hambatan," ucapnya.

Sementara itu, lanjut Basuki, harus dibuat desain yang benar dan lebih ke dalam jauh dari Resty Area. Artinya, pembangunan tidak bisa dilakukan di area rest area.

"Bisa saja, kalau kita desainkan agak ke dalam. Masuk lagi, kan bisa saja. Tapi Makanya harus didesain betul agar keluar, sehingga tidak mengganggu yang tidak ke terminal," jelasnya.

Selain itu, pembangunan terminal di rest area sendiri memungkinkan jika dibangunnya hanya sementara. Artinya tidak bangunan permanen dan hanya sebatas PO.

"Kalau sementara mungkin, kalau permanen, harus di desain yang baik. Desain yang benar, keamanan lalu lintasnya harus dikedepankan. Fungsi terminal kan macem-macem. Tapi kalau hanya untuk temporary, bisa saja. Kalau hanya untuk lebaran," jelas Basuki.

"Enggak dong (bukan rest area jadi terminal). Harus di desain benar. Kalau mau untuk UKM, kalau di terminal biasa, tidak ekonomis dia. Tidak menjadi kawasan wisata UKM. Kan, desain lebih luas dan lebih baik," imbuhnya.

Baca Juga: Menhub: Jangan Lupa Mampir ke UMKM di Rest Area Tol Trans Jawa

Basuki menambahkan, selama ini pihak Kementerian Perhubungan pun belum menyampaikan idenya kepada Kementerian PUPR. Sehingga belum ada diskusi mengenai wacana pembangunan terminal tersebut.

Padahal menurutnya, desain yang berkaitan dengan jalan tol adalah kewenangan Kementerian PUPR. Meskipun memang ini menyangkut pembangunan pada bidang perhubungan.

"Harus dicari desainnya dulu, menurut saya. Belum kita diskusikan. Idenya harus dari PU. Kalau lebaran, udah tinggal beberapa bulan," ucap Basuki.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini