nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir, PUPR Desain Ulang Infrastruktur di Sentani Papua

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 25 320 2034823 banjir-pupr-desain-ulang-infrastruktur-di-sentani-papua-jYMtxiS79Q.jpg Banjir Bandang Sentani (Foto: BBC Indonesia)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyampaikan belasungkawanya terhadap korban banjir di Sentani Jayapura, Papua. Dirinya memohon maaf karena belum bisa meninjau langsung kondisi lapangan pasca banjir.

Menurut Basuki, pihaknya baru bisa meninjau lapangan pada bulan depan. Meskipun begitu dirinya tetap mengirim tim Kementerian PUPR ke lapangan untuk membantu proses evakuasi dan meninjau langsung kondisi di lapangan.

"Kami mohon maaf belum bisa ke sana dan bulan depan baru ke sana. Tapi Direktur udah ke sana. Direktur Sungai, Direktur Jalan sudah ke sana," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Senin (25/3/2019).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Rehabilitasi Rumah Korban Tsunami Banten Diberikan Tunai

Berdasarkan hasil laporan di lapangan, lanjut Basuki, saat ini pihaknya masih menunggu proses evakuasi korban selesai seluruhnya. Sambil menunggu pihaknya sudah melakukan desain jalan dan beberapa infrastruktur lainya agar bisa lebih baik.

"Menunggu evakuasi selesai untuk bisa dikerjakan lebih baik dan desain lebih baik," ucapnya.

Di samping itu lanjut Basuki, pihaknya juga membantu proses evakuasi dengan membersihkan beberapa lumpur dijalan. Sebab menurutnya, hasil laporan di lapangan, akses jalan tertutup lumpur sungai yang meluap ke jalan.

"Darurat, menjaga agar konektivitas jalannya bisa dipakai, karena itu tertutup lumpur semua. Jadi begitu hujan, sungai menguap, lumpur naik lagi," jelasnya.

Sebagai informasi, hingga Senin (18/3/2019) pukul 15.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul 21.30 waktu setempat telah menyebabkan 79 jiwa meninggal dunia dan 43 jiwa belum ditemukan.

Baca Juga: Pasca Longsor, Wapres JK Minta Infrastruktur Sulsel Diperbaiki

Berdasarkan keterangan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, ke-72 jiwa korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Jayapura, sisanya berada di Kota Jayapura.

Sementara itu, 4.728 jiwa mengungsi di 6 titik pos penampungan. Jumlah penyintas terbesar, yaitu 1.450 jiwa, terdapat di BTN Gajah Mada. Kelima pos penampungan yang lain berlokasi di Posko Induk Gunung Merah menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa, dan Doyo Baru 203 jiwa.

Sedangkan, 11.725 keluarga terdampak akibat banjir bandang yang dipicu oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama 7 jam tersebut. Upaya penanganan pemerintah daerah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandan

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini