Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Chandra Asri Catatkan Pendapatan USD 2,54 Miliar Sepanjang 2018

Chandra Asri Catatkan Pendapatan USD 2,54 Miliar Sepanjang 2018
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA – Sepanjang tahun 2018, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membukukan kenaikan pendapatan bersih 5,16% menjadi USD2,54 miliar dibandingkan tahun. Sebaliknya laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD181,65 juta, lebih rendah 42,99% dari tahun sebelumnya 2017 sebesar USD318,62 juta.

Baca Juga: Kembangkan Energi Terbarukan, Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (29/3/2019), perseroan menyebutkan penurunan laba tidak bisa lepas dari derita rugi atas instrumen keuangan derivatif sebesar USD4,79 juta, dari sebelumnya USD1,21 juta pada 2017. Selain itu, perseroan juga mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar USD2,15 miliar, naik 14,90% dari USD1,87 miliar pada tahun sebelumnya. Adapun, beban penjualan turun 8,55% menjadi USD38,75 juta dan beban umum dan administrasi sebesar USD36,98 juta. Perseroan mencatatkan beban keuangan naik 42,31%, dari USD36,04 juta pada 2017 menjadi USD51,28 juta pada 2018.

Kemudian total aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar USD3,17 miliar, naik 6,23% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar USD2,99 miliar. Total liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar USD1,40 miliar dan USD1,77 miliar. Tahun ini, emiten petrokomia terintegrasi ini mengalokasikan belanja modal atau (capital expenditure/capex) sekitar USD400 juta-USD450 juta (Rp5,80 triliun-Rp6,52 triliun, kurs Rp14/500/USD).

grafik

Kata Direktur Chandra Asri Petrochemical, Suryandi, perusahaan sudah menganggarkan dana tersebut dari kas internal dan dana pinjaman yang belum lama ini didapat perusahaan. Dimana capex tersebut didapatkan dari fasilitas kredit Jepang yang spesifik digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik polyethylene baru.

Dana tersebut untuk kebutuhan penambahan kapasitas pabrik polyethylene dengan kapasitas produksi sebesar 400 ribu ton per tahun. Pengerjaan pabrik ini tengah dikebut lantaran target penyelesaiannya dipatok pada akhir 2019 nanti. Sebagai informasi, untuk membiayai parik ini perusahaan mendapatkan fasilitas kredit dari The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan BNP Paribas (cabang Tokyo) senilai USD 380 juta (Rp5,51 triliun). Selain itu, kebutuhan capex ini juga akan digunakan untuk mencicil pembangunan pabrik barunya, Chandra Asri Perkasa 2. Menurut rencana, pabrik tersebut nantinya akan memiliki kapasitas produksi mencapai 1,1 juta ton per tahunnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement