nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLTU Lontar Serap 2.000 Tenaga Kerja, Asing Berapa Banyak?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 13:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 29 320 2036600 pltu-lontar-serap-2-000-tenaga-kerja-asing-berapa-banyak-lOtOe97hEB.jpg Foto: PLTU Lontar (Giri/Okezone)

BANTEN - Pembangunan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Unit 4 di Balaraja, Banten ternyata berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya dengan adanya pembangunan ini, masyarakat sekitar mendapatkan lapangan pekerjaan.

Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS mengatakan, ada sekitar 2.000 tenaga kerja yang berhasil diserap dengan adanya proyek ini. Dari jumlah tersebut, mayoritasnya merupakan tenaga kerja lokal.

"Proyek ini mempekerjakan 2.000 tenaga kerja," ujarnya dalam acara press briefing di Balaraja, Banten, Jumat (29/3/2019).

 Baca Juga: Beroperasi Tahun Ini, Pembangunan PLTU Lontar Capai 87,86%

Berdasarkan data dimiliki oleh PLN hanya sekitar 2% saja yang merupakan tenaga kerja asing. Atau jika secara jumlah sekitar 41 tenaga kerja asing saja yang dipekerjakan dalam proyek ini.

"41 tenaga asing dari jumlah tenaga kerja 2.000. Hanya sekitar 2% saja," katanya.

Menurut Hary, jumlah tenaga kerja ini terus meningkat. Apalagi, proyek ini sendiri ditargetkan bisa rampung pada akhir bulan ini.

"Jumlah tenaga kerja ini akan terus meningkat di tahun 2019 sejalan dengan pencapaian progressnya, hal ini tentu memberikan dampak positif bagi multipier effect secara langsung untuk wilayah Banten dan sekitar," katanya.

Sebagai informasi, PLTU Lontar merupakan salah satu proyek dari PT PLN unit induk Jawa bagian barat. Kapasitas PLTU inu sebesar 1 x 315 mw dan memasok tiga subsistem untuk wilayah DKI Jakarta dan Banteng yakni subsistem Balaraja. Subsistem Kembangan serta Subsistem Muara Karang-Gandul.

 Baca Juga: Mengintip Pembangkit Listrik 'Tidur' di Pasuruan yang Siap Berikan Setrum

Pembangunan PLTU Lontar unit empat kapasitas 315 mw ditandatangani pada 17 September 2015 dengan kontrak efektif 1 April 2016 dan merupakan aset milik PLN dan EPC dengan nilai kontrak sebesar USD225 juta, 18 miliar yen Jepang, dan Rp1,58 triliun.

Dibangun di atas tanah seluas 11 hektare persegi, PLTU unit IV diproyeksikan selesai pada 2019 mendatang. Pembangunannya dilaksanakan oleh pemenang tender, yakni Sumitomo Corporation, Black and Veatch International Company dan juga menggandeng kontraktor lokal PT Satyamitra Surya Perkasa.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini