"Bandingkan dengan kalau saya bakar BBM itu di atas Rp2.000 per kWh. Bakar gas itu harganya Rp1.300-1.500 per kWh," katanya.
Baca Juga: Beroperasi Tahun Ini, Pembangunan PLTU Lontar Capai 87,86%
Selain itu lanjut Hary, adanya PLTU Lontar ini juga bisa mengurangi konsumsj minyak dan gas bumi. Seperti diketahui migas memang masih menjadi salah satu komoditi dengan angka impor paling tinggi.
"Dengan ini saya bisa mengurangi penggunaan BBM. Saya bisa mengurangi penggunaan gas. Semakin cepat pembangkit ini beroperasi semakin cepat menurunkan biaya produksi. Kalau ini turun maka subsidi pemerintah akan turun," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.