nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi Maret Diprediksi Tak Sampai 0,1%

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 01 April 2019 09:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 01 20 2037599 inflasi-maret-diprediksi-tak-sampai-0-1-9lOv9BgMEi.jpg Inflasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis angka inflasi Maret 2019 pada hari ini. Angka inflasi di Maret diprediksi berada di level rendah.

Ekonomi Indef Bhima Yudistira mengatakan, angka inflasi pada Maret diperkirakan berada di angka 0,05% hingga 0,1%. Angka inflasi ini masih dipengaruhi oleh bahan pangan yang mengalami kenaikan meskipun memang jumlahnya masih relatif kecil.

Menurut Bhima beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan seperti bawang merah hingga cabai. Sementara itu, komoditi pangan seperti daging ayam dan telur justru mengalami penurunan pada Maret 2019.

Baca Juga: BI Ramal Inflasi Maret 0,14%

"Diperkirakan inflasi 0,05%-0,1% (mom). Faktornya beberapa komponen bahan pangan seperti bawang merah, cabai yang sensitif cuaca hujan harganya naik sepanjang Maret. Tapi komponen lain seperti ayam, telur justru mengalami penurunan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (1/4/2019).

Menurut Bhima, memang tekanan pada bahan pangan ini masih belum terlalu besar. Justru dirinya memperkirakan pada April nanti baru akan signifikan dampaknya terhadap angka inflasi.

"Tekanan dari sisi bahan makanan belum terlalu besar. Kemungkinan April jelang Ramadan baru menunjukkan kenaikan harga," jelasnya.

Sementara itu dari sisi konsumsi rumah tangga masih relatif stabil di level rendah. Dirinya memperkirakan konsumsi rumah tangga baru akan terdongkrak pada April mendatang seiring adanya Pemilihan Presiden, Pemilihan Umum dan bulan Ramadhan.

bps

"Inflasi inti juga diperkirakan bergerak rendah sebagai indikator belum terdorongnya konsumsi rumah tangga seiring faktor musiman. Saat pemilu dan jelang Ramadan baru nanti kita cek apakah konsumsi rumah tangga naik di atas ekspektasi dan mendorong inflasi (demand pull)," jelasnya.

Bhima menambahkan, bahwa harga barang-barang yang diatur pemerintah (administered prices) juga belum ada perubahan yang signifikan. Pasalnya, jelang pemilu dipastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik.

"Ini mendorong stabilnya inflasi harga yang diatur pemerintah," kata Bhima.

Sementara itu dari sisi transportasi, justru ada sedikit tekanan dan berdampak lumayan. Hal tersebut dikarenakan mahalnya tiket pesawat dan juga kargo.

"Tekanan dari sisi transportasi udara masih terasa karena bagasi berbayar dan tarif pesawat masih mahal kendati harga avtur sudah turun. Justru di bulan April tarif angkutan bisa turun pasca Lion menurunkan tarifnya," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini