nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Pangan Deflasi karena Harga Beras Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 01 April 2019 14:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 01 20 2037738 bps-pangan-deflasi-karena-harga-beras-turun-7mbXfL1Fgt.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, harga pangan kini tidak lagi menjadi penyumbang angka inflasi tetinggi lagi. Hal tersebut disebabkan turunnya harga beras yang terjadi sejak Februari 2019.

Menurut Kecuk sapaan akrabnya, harga beras memang menjadi acuan dari apakah pangan mengalami deflasi atau inflasi. Sebab, kontribusi harga beras pada inflasi ini sangat besar.

"Maret 2019 harga beras turun 0,71%. Penurunan harga beras ini dia bobot di inflasi besar berpengaruh kepada deflasi sumbangannya," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (1/4/2019).

 Baca Juga: Kesehatan Jadi Penyumbang Tertinggi Inflasi Maret, Tanda Banyak Orang Sakit?

Kecuk menambahkan, pada Maret 2019, sektor pangan ini justru mengalami deflasi. Pada 2019, bahan makanan mengalami deflasi tipis sebesar 0,01%.

"Bahan makanan terjadi deflasi 0,01%. Tidak berikan andil terhadap inflasi," ucapnya.

Menurut pria yang kerap disapa Kecuk, pada Maret 2019 ini ada enam sub kelompok yang mengalami deflasi dan 5 subkelompok yang mengalami inflasi. Adapun subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah daging dan turunannya dengan 1,26%. Sedangkan deflasi terendah adalah lemak dan minyak sebesar 0,02%.

Secara rinci beberapa subkelompok yang memberikan sumbangan terhadap deflasi adalah beras, daging, ayam ras dan ikan segar masing-masing 0,0,3%. Selain itu ada telur ayam ras sebesar 0,02%, tomat sayur dan wortel masing-masing sebesar 0,01%.

"Yang menyebabkan deflasi turunnya harga beras, ayam ras penurunan harga pada Februari ini sangat berpengaruh," kata Kecuk.

 Baca Juga: BPS: Inflasi Maret 0,11% tapi Bahan Makanan Deflasi

Sementara subkelompok yang mengalami inflasi adalah bawang merah sebesar 0,06%, lalu ada bawang putih sebesar 0,04%, pepaya dan cabaierah masing-masing 0,01%. Adapun sub kelompok yang menyumbang inflasi tertinggi adalah bumbu-bumbuan sebesar 5,14% dan terendah kacang-kacangan 0,01%.

"Komoditas makanan juga ada yang meningkat, seperti bawang merah alami peningkatan dan inflasi 0,06%. Kedua bawang putih terjadi kenaikan dan berikan andil 0,04% dan jenis sayuran cabai merah 0,01%," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini