nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buana Lintas Lautan Kantongi Laba Bersih USD13,51 Juta

Selasa 02 April 2019 14:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 02 278 2038225 buana-lintas-lautan-kantongi-laba-bersih-usd13-51-juta-nPOxNUuSZ0.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) pada akhir Desember 2018 mencatatkan laba bersih sebesar USD13,51 juta atau naik 37,03% dibanding periode yang sama tahun 2017yang tercatat sebesar USD8,54 juta. Sementara pendapatan emiten pelayaran ini tercatat sebesar USD85,43 juta atau naik 31,38% dibandingkan akhir Desember 2017 yang tercatat sebesar USD65,09 juta.

Baca Juga: Laba Buana Lintas Lautan Meroket 48,5% Jadi USD7,4 Juta

Dilansir dari Harian Neraca, Selasa (2/4/2019), beban langsung mengalami kenaikan 40,76% dari USD36,81 juta menjadi USD51,8 juta. Selain itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar USD136,16 juta atau naik 11,04% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar USD153,0 juta.

Sementara ekuitas perseroan tercatat sebesar USD193,81 atau naik 22,6% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar USD158,01 juta. Adapun aset perseroan tercatat sebesar USD329,97 juta atau naik 6,07% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesarUSD311,06 juta. Tahun ini, perseroan optimis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih baik dari tahun sebelumnya seiring dengan permintaan transportasi energi dari Pertamina.

grafik

Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk,Kevin Wong menuturkan, prospek pasar cukup baik tahun ini, terkhusus dalam negeri dimana kebutuhan pokok transportasi energi seperti dari Pertamina cukup besar. “Ditambah juga efek dari penerapan beberapa peraturan baru yang kami rasa akan berdampak sangat positif untuk perusahaan pelayaran Indonesia termasuk BULL," ujarnya.

Dengan begitu, kata Kevin pihaknya yakin tahun 2019 akan jauh lebih baik ketimbang tahun 2018 karena peluang untuk berkembang lebih besar. Tahun ini, lanjut Kevin, akan ada penambahan armada secara organik, hanya saja untuk jumlahnya belum bisa dikatakan. “Selain penambahan armada secara organik, kami juga secara selektif kemungkinan akan menjalin kerjasama dengan perusahaan lain, terutama untuk segmen baru seperti batu bara," ungkapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini