nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keuntungan Transaksi Pakai QR Code, BI: Jadi Lebih Mudah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 20:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 04 320 2039194 keuntungan-transaksi-pakai-qr-code-bi-jadi-lebih-mudah-Vn5k23cB5T.jpg Foto: BI soal QR Code (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan standarisasi alat pembayaran QR Code melalui QR Indonesia Standard (QRIS). Hal ini dilakukan sebab pengguna QR Code semakin meningkat sehingga perlu pengaturan yang tepat.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan, sekitar 80 juta masyarakat Indonesia merupakan pengguna smartphone, di mana menggambarkan potensi penggunaan QR Code sangat tinggi.

"Perkembangan digitalisasi dan teknologi merubah landscape sistem pembayaran di Indonesia, dari masyarakat yang memegang uang tunai menjadi cukup dengan uang elektronik," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

 Baca Juga: Tak Ingin seperti China, BI Segera Standarisasi QR Code

Oleh sebab itu, standarisasi ini akan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, merchant, maupun perbankan. Di mana standarisasi membuat hanya perlu satu jenis QR Code saja untuk bisa digunakan sebagai pembayaran dari seluruh penyelenggara.

Sehingga merchant tak perlu memiliki banyak jenis QR Code dari masing-masing penyelenggara, hal ini memberikan efisiensi. Masyarakat pun bisa merasakan keuntungan karena proses pembayaran menjadi lebih cepat dan aman.

“Transaksi non cash itu dengan adanya QR code lebih mudah. Merchant pun tak perlu menyediakan banyak jenis QR Code," katanya.

Menurutnya, hal ini juga dapat memperluas jangkauan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Sebab sistem QR Code memang dimaksudkan menyasar hingga ke pedagang tingkat kecil seperti di pasar tradisional.

 Baca Juga: BI Kerja Sama Transaksi QR Code dengan Singapura dan Thailand

Di sisi lain, dengan keberadaan QR Code juga akan menghemat investasi perbankan dalam penyediaan infrastruktur pembayaran, seperti jika dengan mesin EDC membutuhkan ongkos yang mahal. Artinya dari sisi infrastruktur juga akan menjadi lebih murah dan ekosistem pembayaran akan lebih baik.

"Sehingga tidak perlu investasi yang besar, jangkauan akses juga menjadi lebih luas," katanya.

Filinianingsih menyatakan, terdapat 26 PJSP yang menjalankan transaksi pembayaran QR Code di Indonesia. Diantaranya seperti OVO, Go-Pay, Dana, BCA, CIMB Niaga, juga LinkAja yakni QR Code bentukan sinergi BUMN.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini