Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pensiunan PNS Bisa Ajukan KUR hingga Anies Marahi Kontraktor LRT dan Tol Becakayu

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 06 April 2019 |10:11 WIB
Pensiunan PNS Bisa Ajukan KUR hingga Anies Marahi Kontraktor LRT dan Tol Becakayu
Foto: PNS (Antara)
A
A
A

Saudi Aramco Jadi Perusahaan Paling Untung di Dunia

Titel sebagai perusahaan dengan keuntungan terbesar di dunia tak lagi milik Apple. Saudi Aramco diketahui merupakan secara global pada 2018 setelah BUMN Arab Saudi tersebut mengumumkan laporan keuangan resminya untuk pertama kali. Pengumuman ini terkait dengan rencana aksi korporasi Saudi Aramco yang akan dilakukan pada 2019 dan tahun-tahun mendatang.

Saudi Aramco membukukan keuntungan USD111 miliar tahun lalu, menurut catatan lembaga pemeringkat Moody’s. Data tersebut berdasarkan prospektus untuk penawaran obligasi Aramco yang diperkirakan digunakan untuk mendanai pembelian 70% saham Saudi Basic Industries Corporation (Sabic).

Aramco berharap membeli saham perusahaan petrokimia milik negara itu senilai USD69,1 miliar. Kesepakatan itu akan membutuhkan waktu enam sampai 12 bulan hingga selesai. Sebagai perbandingan, Apple yang disebut sebagai perusahaan publik paling menguntungkan di dunia membukukan keuntungan USD59,4 miliar pada 2018, sekitar setengah lebih dari laba Aramco.

Baca Juga: Fakta Batalnya Rencana IPO Saudi Aramco

Sementara Exxon Mobil yang merupakan perusahaan minyak terbesar Amerika Serikat (AS) membukukan keuntungan USD20,8 miliar. Royal Dutch Shell yang merupakan perusahaan perdagangan minyak publik terbesar di dunia hanya mencetak keuntungan USD23,4 miliar.

“Aramco memiliki pendapatan USD355,9 miliar dan memiliki dana tunai USD48,8 miliar yang dibukukan pada akhir tahun lalu,” ungkap catatan Moody’s.

Menurut Moody’s, jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan utangnya sebesar USD27 miliar. Laba ini didorong oleh kenaikan harga minyak dunia rata-rata 31% pada 2018 dibandingkan dengan 2017. Besarnya laba dan pendapatan Aramco mengalahkan semua perusahaan lain di dunia.

Aramco saat ini merupakan pemasok minyak terbesar di dunia dan memiliki akses eksklusif pada hampir semua cadangan hidrokarbon Saudi yang melimpah dan salah satu yang terbesar di dunia.

Aramco berencana meluncurkan saham perdana (IPO) tahun lalu. Langkah IPO itu akan menawarkan 5% saham perusahaan yang mungkin menjadi IPO terbesar di dunia.

rupiah

Saudi saat ini berupaya mengumpulkan dana USD100 miliar dalam IPO tersebut sehingga nilai perusahaan mencapai USD2 triliun atau dua kali dari Microsoft yang saat ini merupakan perusahaan publik paling bernilai di dunia dengan nilai pasar USD904,8 miliar. Awal tahun ini Saudi membuka cadangan energinya bagi para auditor independen untuk pertama kali. Langkah ini diharapkan dapat membantu rencana penjualan saham Aramco.

Pemerintah Saudi menjelaskan bahwa lembaga konsultan energi AS, De Golyer & Mac Naughton, telah menyimpulkan bahwa cadangan minyak Saudi mencapai total 268,5 miliar barel. Perkiraan itu lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya oleh Pemerintah Saudi sebesar 266,3 miliar barel.

Mengizinkan perusahaan independen untuk menilai cadangan minyaknya merupakan perubahan besar bagi Pemerintah Saudi yang selama puluhan tahun menutupi data tentang industri gas dan minyaknya. Saat ini Saudi melakukan reformasi untuk mendiversifikasi ekonomi agar tidak bergantung pada minyak.

Saudi awalnya berencana meluncurkan IPO untuk Aramco pada 2018, tapi rencana itu tertunda. Transparansi tentang besarnya cadangan energi Saudi sempat memicu pertanyaan para investor mengenai potensi penjualan dan nilai Aramco.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement