Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kembangkan Usaha dengan Teknologi, Milenial RI Diakui Dunia

Koran SINDO , Jurnalis-Minggu, 07 April 2019 |12:19 WIB
Kembangkan Usaha dengan Teknologi, Milenial RI Diakui Dunia
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

Forbes menambahkan, daftar 30 Under 30 Asia 2019 ditujukan untuk memberikan pengakuan dan perayaan kepada 300 pengusaha dan pemimpin muda yang berkontribusi serta memberikan pengaruh di seluruh kawasan Asia-Pasifik, dari pendiri teknologi startup hingga ilmuwan, artis, bintang olahraga, dan seterusnya.

Dihubungi terpisah, CEO & Co-Founder Moka Haryanto Tanjo mengatakan, kunci keberhasilan sebagai startup hingga bisa masuk dalam Forbes 30 Under 30 adalah dengan selalu memberikan value terbaik bagi merchant atau pengguna.

Dalam bisnisnya, Moka menyediakan software kasir untuk toko berbasis cloud. “Startup di Indonesia hadir untuk memberikan solusi kepada masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ujar Haryanto.

Menurutnya, perekonomian nasional akan terbantu dengan pengembangan teknologi informasi. Karena itu kompetisi di antara penyedia produk dan jasa selalu diiringi dengan perkembangan teknologi yang akan memberikan nilai tambah berupa inovasi.

CEO dan Co-founder Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro berpendapat, masuknya Warung Pintar dalam daftar 30 Under 30 versi Forbes merupakan bagian dari perjalanan dan bentuk apresiasi atas kerja keras selama setahun terakhir.

“Fokus kami hanya kerja keras dalam mentransformasi bisnis mikro untuk ekonomi yang lebih baik di masa depan,” ujar Agung. Pihaknya juga melihat kompetisi startup digital saat ini sebagai sesuatu yang positif.

Karena semuanya sama-sama berinovasi untuk menciptakan solusi yang mendorong Indonesia menjadi lebih baik. Menurutnya, kompetisi yang sehat akan semakin menumbuhkan perilaku inovatif.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, ramainya startup yang masuk Forbes 30 Under 30 tentu akan menciptakan lapangan kerja, khususnya di sektor produktif pertanian atau perkebunan.

Biasanya sektor ini ditinggalkan pelaku usaha karena rumitnya persoalan dan tantangan di sana. Dia juga berpendapat sebaiknya startup yang diprioritaskan adalah yang berdampak sosial atau tidak hanya yang mencari keuntungan.

Umumnya startup hanya berani bermain di sektor jasa, tapi justru mereka sekarang bisa putus rantai pasokan tengkulak di pertanian dan perkebunan.

Karena itu peran generasi milenial harus terus didorong. Saat ini, kata dia, terdapat 2.000 startup yang terdata pada awal 2019. Menurutnya, akan lebih baik apabila jumlah tersebut diikuti dengan kualitas dan kontribusi positif terhadap perekonomian.

Sementara itu Managing Director Technology Consulting Lead Accenture Leonard Nugroho mengatakan, pada prinsipnya apa yang dilakukan generasi milenial adalah membuat terobosan dan keluar dari pakem business as usual .

Mereka perlu diapresiasi karena berani membuka cara bisnis baru, membuka kesempatan kerja, dan berkolaborasi dengan banyak mitra. Karena tidak mungkin sumber, bahan atau membangun infrastruktur dilakukan sendiri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement