Isu Investasi Asing dan Defisit Bakal Hot saat Debat Capres

Kamis 11 April 2019 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 11 320 2042183 isu-investasi-asing-dan-defisit-bakal-hot-saat-debat-capres-9D78vl5LmP.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani menilai banyaknya investasi asing di dalam negeri masih akan menjadi serangan dalam debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) putaran terakhir yang digelar pada Sabtu 13 April 2019.

"Dianggap kepemilikan dan investasi asing sudah banyak. Harus dijawab bagaimana asing ini ke depan tetap oke, tetapi juga di sisi lain menciptakan lapangan pekerjaan," kata Aviliani seperti dilansir Antaranews di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Aviliani mengatakan dalam debat terakhir sebagai penentu pilihan, para capres harus meyakinkan bahwa strategi yang diutarakan dapat berdampak langsung pada masyarakat, contohnya adalah kesempatan mendapat pekerjaan.

 Baca Juga: Masih Ada PR Bereskan Ketimpangan, Apa Jurus Jokowi-Prabowo?

Menurut dia, investasi asing tidak terlalu menjadi masalah selama dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Namun sebaliknya, investasi asing dinilai tidak diperlukan di sektor jasa.

Selain soal investasi asing, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) juga masih menjadi isu yang kemungkinan dipertanyakan kepada capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

"Defisit berjalan masih akan menjadi serangan, artinya bagaimana menjelaskan strategi mengurangi impor dan meningkatkan ekspor. Harus disiapkan karena akan menjadi serangan dari lawan," kata Aviliani.

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Hanya 5% Perlu Dibahas saat Debat Capres

Data Bank Indonesia pada Februari 2019 lalu menyatakan nilai CAD Indonesia 2,98% dari PDB atau setara dengan USD31 miliar, terparah sejak 2014. Kendati demikian, BI menilai defisit neraca berjalan masih terkendali karena di bawah batas aman 3% terhadap PDB.

Ada pun debat Capres-Cawapres putaran kelima akan digelar pada Sabtu dengan tema bahasan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini