Harapan Buruh pada Presiden Terpilih: Bangun Rusun di Kawasan Industri

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 11 320 2042203 harapan-buruh-pada-presiden-terpilih-bangun-rusun-di-kawasan-industri-Fu2DtBgvT0.jpg Ilustrasi Buruh (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menjelang pemilihan presiden (Pilpres), Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBSI) memberikan pesan kepada kedua Calon Presiden dan Wakil Presiden. Khususnya untuk kesejahteraan bagi para pekerja di seluruh Indonesia.

Presiden KSBSI Mudhofir mengatakan, ada beberapa masukan dari sektor pekerja yang ingin disampaikan pada calon presiden terpilih nantinya. Pekerja minta dibangunkan rumah susun di sekitaran kawasan industri.

Menurutnya, ini sangat membantu kesejahteraan dari para buruh, karena tidak perlu lagi mencari tempat tinggal jauh dari tempat kerjanya. Dari sisi perusahaan juga sangat menguntungkan karena tidak perlu menyediakan kendaraan antar jemput lagi karena sangat dekat dengan tempat kerja.

Baca Juga: Menhub: Jangan Golput, Pilih yang Lanjutkan Tol Laut

"Umpamanya dalam pembangunan kawasan industri ada include pembangunan rusunawa. Khusus buruh yang bekerja ini tentunya akan bermanfaat," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Apindo, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Selain itu, lanjut Mudhofir, perlu juga diperbanyak tempat penitipan anak. Karena berdasarkan masukan dari beberapa pekerja pabrik, saat ini masih kurang sekali jumlah penitipan anak yang tersedia.

"Kemarin yang dibahas tempat penitipan anak yang lebih masif," ucapnya.

Baca Juga: Isu Investasi Asing dan Defisit Bakal Hot saat Debat Capres

Mengenai upah, lanjut Mudhofir, memang di beberapa negara masih menjadi polemik. Sebagai salah satu contohnya di negeri kincir angin, Belanda juga masih rendah.

Akan tetapi, di Belanda beberapa buruh mendapatkan jaminan kesejahteraan dari pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia juga perlu mendorong kesejahteraan seperti mengoptimalkan pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk Jaminan Hari Tua.

"Dari kami masalah upah minimum dibeberapa negara juga bermasalah di Belanda juga. Jadi jangan masalah upah seolah olah hanya pengusaha dan buruh saja. Jaminan sosial harus lebih baik," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini