Seperti yang dilaporkan oleh PLN, hingga Rabu (10/4) lalu, 14 sistem kelistrikan terpantau berada pada kondisi normal, yakni sistem Sumatra Bagian Selatan dan Tengah (SBST), Bangka, Khatulistiwa; Interkoneksi Kalimantan, Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel); Kendari, Ternate-Tidore, Maluku Isolated, Sumbawa, Bima, Kupang, Sorong + Papua Isolated, dan Jayapura.
Pada sistem kelistrikan tersebut, cadangan operasi yang tersedia lebih besar dibandingkan dengan kapasitas unit pembangkit terbesar yang ada. Sehingga apabila terjadi gangguan pada unit pembangkit terbesar, sistem masih mampu beroperasi dengan aman dan lancar.
Sementara 8 sistem kelistrikan lain berada pada kondisi “Siaga”, yaitu Sistem Sumatra Bagian Utara (Sumbagut),Nias,Batam Bintan, Belitung, Jawa – Bali, Lombok, NTT Isolated, dan Ambon.
Untuk menjaga agar pasokan listrik tetap andal dan aman, PLN menetapkan Periode Siaga Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2019 tanggal 17 Maret s.d 24 April 2019. Pada periode tersebut, PLN meningkatkan kesiagaan menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik pada semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) supaya berjalan Normal.
Selain itu, PLN juga menyiapkan kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem, serta menyiapkan pembangkit dan transmisi agar andal dengan mengatur jadwal pemeliharaan sistem di luar periode siaga Pemilu.
(Rani Hardjanti)