Namun pada periode Januari-Maret 2019, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit USD0,19 miliar atau USD190 juta.
Menurut Sofjan Wanandi, surplus neraca perdagangan Maret tidak lepas dari pengaruh perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Situasi itu telah menyebabkan impor Indonesia mengalami penurunan, meski ekspor Indonesia cenderung meningkat.
"Karena trade war, kita banyak ekspor, salah satunya ke Eropa," katanya.
Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan Maret 2019 Surplus USD540 Juta
Namun, dia mengingatkan, memasuki bulan puasa dan Lebaran biasanya impor Indonesia terutama bahan baku akan meningkat, kondisi itu tentu dapat mengubah kinerja neraca perdagangan pada bulan berikutnya.