"Sebagai pengusaha, saya tentu akan meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi permintaan dalam negeri. Tapi saya percaya neraca perdagangan kita akan tetap terjaga," katanya.
Dalam kesempatan itu, Sofjan Wanandi juga optimistis perekonomian nasional pada tahun ini masih terjaga di level 5% di tengah perlambatan ekonomi global, melalui dukungan dari konsumsi rumah tangga.
"Kalau ekonomi tumbuh 5%, itu masih oke. Tapi saya ingin tumbuh enam persen," katanya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center Of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 58% terhadap ekonomi nasional, sekaligus menahan dampak negatif dari perlambatan ekonomi global.
"Konsumsi di dalam negeri cukup membantu dalam meredam guncangan eksternal. Namun, untuk jangka menengah dan panjang pertumbuhan ekonomi juga harus ditopang sektor lainnya seperti industri manufaktur agar lebih dari 5%," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)