nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin Sebut Ekspor Jadi PR Indonesia 5 Tahun ke Depan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 13:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 17 320 2044639 menko-darmin-sebut-ekspor-jadi-pr-indonesia-5-tahun-ke-depan-UvSR5y8Xfx.jpeg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, ada pekerjaan rumah (PR) bagi pemimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Tugas yang harus dibenahi itu persoalan ekspor. Pasalnya kinerja ekspor Indonesia belum cukup baik.

"Perhatikan bahwa ekspor kita itu dilihat dari 4 tujuan utama ekspor yakni China, Amerika, Jepang, Eropa, itu sudah 2 bulan. Semua ekspor kita menurun. Artinya ada hal-hal baru yang berkembang yang juga harus dijawab," kata dia ditemui di TPS 20, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga: Manfaatkan Industri 4.0, Mendag Bidik Ekspor USD175,8 Miliar

Dia menjelaskan, sebenarnya pemerintahan saat ini sudah merancang strategi untuk menghadapi kondisi perekonomian 5 tahun ke depan. Namun, terjadi ketidakpastian ekonomi global yang tak terduga sebelumnya.

Seperti adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang pada akhirnya berimbas kepada perekonomian seluruh negara di dunia. Akhirnya pertumbuhan ekonomi dunia pun melambat, IMF bahkan mengoreksi proyeksi ekonomi dunia akan tumbuh di 3,3%.

Darmin Nasution

"Sebenarnya untuk kebijakan kita 5 tahun ke depan itu tadinya praktis sudah kita siapkan sejak 2-3 tahun yang lalu. Tapi tiba-tiba ada dadakan gejolak ekonomi global, nah kita harus menghadapi yang dadakan itu. Artinya bagaimana caranya supaya ekspor kita ke neraca dagang bisa dipertahankan positif, karena kalau enggak, kita akan dianggap berisiko," paparnya.

Darmin menyatakan, pemerintah pun telah menyusun strategi jangka menengah untuk menghadapi persoalan ekonomi global, seperti pembangunan infrastruktur, insentif pajak, mempermudah perizinan usaha, reformasi agraria, hingga pendidikan vokasi. Namun, dia menekankan, yang utama juga membenahi ekspor.

"Itu semua tetap penting (strategi jangka menengah), tetapi ada yang lebih mendesak sekarang yaitu Ekspor," tutupnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini