nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Permata Bukukan Laba Bersih Rp377 Miliar di Kuartal I-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 17:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 23 278 2047091 bank-permata-bukukan-laba-bersih-rp377-miliar-di-kuartal-i-2019-cgUDOwC0rk.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp377 miliar pada kuartal I 2019. Realisasi ini tumbuh 130,6% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp163,64 miliar.

Direktur Utama Permata Bank Ridha DM Wirakusumah menyatakan, kinerja keuangan yang membaik ini terlihat dari pencapaian laba operasional, peningkatan kualitas kredit dari rasio kredit bermasalah (Non Perfoarming Loan/NPL) yang membaik.

"Seluruh pencapaian ini menjadi fondasi yang penting untuk pertumbuhan berkelanjutan kedepannya," jelas di Kantor Permata Bank, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga: Bank Permata Hadirkan Teknologi Akurasi Data Voice ID, Apa Itu?

Perusahaan mampu mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp99,8 triliun atau tumbuh 4,7% dari Maret tahun lalu. Pertumbuhan kredit ini berasal dari dua segmen bisnis yakni retail banking dan wholesale banking yang masing-masing tumbuh sebesar 5%.

Selain itu, Permata Bank juga mampu memperbaiki NPL secara signifikan. Tercatat pada Maret 2019 rasio NPL gross sebesar 3,8% dan NPL net 1,6%. Membaik dari Maret 2018 yang NPL gross sebesar 4,6% dan NPL net sebesar 1,7%.

"Maupun dari posisi Desember 2018 sebesar 4,4% untuk NPL gross dan 1,7% untuk NPL net," tambahnya.

grafik

Perbaikan kualitas kredit ini mampu menurunkan kebutuhan biaya pencadangan kredit sebesar 71% menjadi Rp133 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 465 miliar. Penurunan biaya pencadangan kredit merupakan hasil dari upaya penyelesaian kredit bermasalah, baik melalui upaya penyelesaian, restrukturisasi maupun likuidasi.

Ridha menyatakan, mengimbangi laju kredit tersebut pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) juga tercatat sebesar 7% dari periode yang sama tahun lalu. Kontribusi DPK tersebut berasal dari pertumbuhan giro sebesar 2%, tabungan 3%, dan deposito 11%.

"Pertumbuhan simpanan nasabah akan lebih diupayakan untuk dikontribusikan dari giro dan tabungan yang merupakan sumber pendanaan yang lebih stabil dan efisien," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini