nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Insentif Super Deduction Tax Diterbitkan Semester I-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 19:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 20 2047618 insentif-super-deduction-tax-diterbitkan-semester-i-2019-VTrAnQ3Xkc.JPG Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan insentif pajak berupa super deduction tax akan diterbitkan pada semester I-2019. Insentif pajak diberikan pada industri yang berinvestasi terhadap pendidikan vokasi serta penelitian dan pengembangan (R&D).

Dia menyatakan, regulasi super deduction tax akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres). Nantinya, beleid ini terbit berbarengan dengan penerapan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil kelas low cost green car (LCGC).

"Super deduction tax untuk vokasi maupun inovasi akan segera diluncurkan," kata dia ditemui di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga: Ini Syarat Warga DKI Jakarta Dapat Diskon PBB 50%

Dalam kebijakan ini, insentif yang diberikan berupa pengurangan penghasilan bruto paling tinggi sebesar 200% untuk industri yang menyediakan pendidikan vokasi. Lalu, industri yang terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan untuk inovasi akan diberikan pengurangan penghasilan bruto maksimal 300%.

Menurutnya, akan ada 35 kompetensi keahlian yang akan mendapatkan insentif ini. Di antaranya pengelasan, kimia industri, pembuatan komponen industri otomotif, pembuatan dan desain produk furnitur, instalasi pemesanan kapal.

Peraturan insentif super deduction tax ini sebelumnya ditargetkan terbit pada akhir tahun 2018. Kata dia, molornya penerapan insentif pajak ini karena perlu penyesuaian antar-Kementerian dan Lembaga (K/L).

Airlangga mengatakan, saat ini pembahasan insentif pajak tersebut sudah dibahas dalam sidang kabinet paripurna kemarin dan sudah dalam proses administrasi.

"Pak presiden sudah diminta insentif ini direalisasikan," imbuhnya.

Baca Juga: Rumah Beralih Fungsi Jadi Kafe hingga Warung Akan Dikenai Pajak

Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan, insentif pajak tersebut merupakan usulan dari kalangan dunia usaha sejak dua tahun lalu. Hal ini dibutuhkan untuk meingkatkan kualitas sumber daya manusia di era industri 4.0.

Dia meyakini dengan adanya insentif pajak ini maka mempercepat peningkatan kualitas tenaga kerja di Indonesia. "Teman-teman pengusaha akan sangat tinggi dalam berpartisipasi karena pembangunan vokasi training and education ini memang mestinya lebih berat di pengusahanya. Kalau ini keluar saya yakini programnya akan cepat berjalan," jelas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini