nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan Bukit Asam Turun 7,16% Jadi Rp5,34 Triliun

Kamis 25 April 2019 13:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 25 278 2047887 pendapatan-bukit-asam-turun-7-16-jadi-rp5-34-triliun-8iC4LQbxni.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Tren penurunan harga batu bara di pasar memberikan dampak terhadap perolehan pendapatan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Pasalnya, di kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,34 triliun. Pendapatan turun 7,16% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,75 triliun.

Kata Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, pendapatan ini ditopang oleh pendapatan penjualan batubara domestik sebesar 46%, ekspor 50% dan aktivitas lainnya seperti penjualan listrik, briket, CPO dan jasa sebesar empat%.”Harga jual rata-rata batubara memang turun sebesar 13% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Harga batubara saat ini tercatat sebesar Rp772.044 per ton sedangkan 2018 kemarin tercatat sebesar Rp887.883 per ton," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Bukit Asam Bidik Produksi Batu Bara 3,8 Juta Ton

Penurunan tersebut, kata Arviyan, disebabkan oleh pelemahan harga batubara newcastle sebesar 7%. Pelemahan juga terjadi pada harga batubara thermal Indonesia (ICI) sebesar 24% dibandingkan harga rata-rata triwulan pertama 2018."Penurunan ini juga terkait aturan harga jual DMO yang belum diimplementasikan secara penuh kuartal 1 2018," kata Arviyan.

Pada kuartal pertama tahun ini, lanjutnya, perseroan juga mencatatkan laba bersih Rp1,14 triliun. Dimana angka tersebut harus turun 21,4% year on year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,45 triliun. Meskipun demikian, menurut Ariviyan, perseroan masih bisa membukukan laba yang cukup baik berkat efisiensi dan melakukan strategi pasar.

grafik

Sementara produksi batubara kuartal I 2019 sebesar 5,70 juta ton atau meningkat 8,0% yoy dari tahun sebelumnya sebesar 5,28 juta ton. Selain ini kapasitas angkutan batubara pun turut meningkat 7,6% menjadi 5,84 juta ton. Disampaikan Arviyan Arifin, peningkatan produksi batu bara berkat peningkatan operasional tersebut, sehingga volume penjualan PTBA mengalami peningkatan 5,6% yoy menjadi 6,65 juta ton, naik dari tahun sebelumnya sebesar 6,30 juta ton. “Operasional membaik karena adanya peningkatan performa jasa angkut kereta api dan efisiensi supply chain kami. Untuk menekan fluktuasi harga batubara kami juga akan terus mengupayakan penjualan dari produk batubara berkalori tinggi,” ujar Arviyan.

Sekadar informasi tahun ini PTBA menargetkan volume penjualan bisa tembus 28,38 juta ton, produksi batubara sebesar 27,26 juta ton dan kapasitas pengangkutan menjadi 25,30 juta ton. Saat ini, pendapatan perseroan dari penjualan batubara sendiri disumbang dari penjualan batubara secara domestik sebesar 46% dan penjualan ekspor sebesar 54%. Sedangkan pendapatan lain di luar penjualan batubara baru sekitar 4%.

Pendapatan lainnya itu dimaksud berasal dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa. Untuk tahun ini, perseroan membidik penjualan batu bara ke pasar ekspor sebesar 12 juta ton atau sekitar 40% dari target volume penjualan tahun ini. Nantinya, rencana ekspor batu bara tersebut merupakan kombinasi batu bara kalori medium dan kalori tinggi.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini