Share

Bukit Asam Catat Produksi Batu Bara 15,9 Juta Ton, Naik 20%

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Jum'at 26 Agustus 2022 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 26 278 2654933 meroket-246-laba-bukit-asam-capai-rp6-2-triliun-di-semester-i-2022-2nIdu10TnY.jfif Laba Bukit Asam Meningkat. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA)  mencatat total produksi batu bara sepanjang semester I-2022 mencapai 15,9 juta ton, atau naik 20% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 13,3 juta ton.

Sedangkan penjualan batu bara PTBA per Semester I 2022 sebanyak 14,6 juta ton, atau tumbuh 13% secara tahunan.

Dengan peningkatan tersebut, perseroan mampu membukukan laba sebesar Rp6,2 triliun atau naik hingga 246% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,8 triliun.

Sejalan dengan kenaikan laba bersih, pendapatan perseran juga tercatat naik sebesar 79% menjadi Rp18,4 triliun dari sebelumnya sebesar Rp10,29 triliun. Adapun, total aset perseroan pada paruh pertama tahun ini sebesar Rp35,9 triliun atau turun dari posisi pada akhir Desember 2021 yang sebesar Rp36,1 triliun.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan bahwa, kenaikan kinerja perseroan didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional, yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Bagi Dividen Rp7,90 Triliun, Cek Jadwalnya!

“Dengan mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, kami menerapkan efisiensi berkelanjutan secara optimal,” kata Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Di samping itu, dalam rangka mendukung pemerintah untuk mencapai target net zero emission tahun 2060, perseroan menerapkan praktik pertambangan yang baik dengan program-program dekarbonisasi.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Rambah Bisnis Energi Terbarukan PTLS dan PLTU

Hingga Juni 2022, tercatat total areal reklamasi PTBA sudah mencapai 2.144,3 hektare. Di lahan tersebut, telah ditanam 1.333.350 batang pohon dengan berbagai jenis antara lain, Sengon, Jati, Mahoni, Kayu Putih, Akasia, Angsana, Merbau, Bambu, Jabon, Pinus, Johar, Longkida.

Adapun untuk tahun ini, PTBA menargetkan tambahan reklamasi lahan seluas 17,2 hektare. Tak hanya reklamasi lahan, perseroan juga telah menjalankan sejumlah program untuk mendukung dekarbonisasi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dari sisi operasional, perseroan menerapkan Eco Mechanized Mining yakni, mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi elektrik.

Selain itu, perseroan juga menerapkan E-Mining Reporting System, yaitu sistem pelaporan produksi secara real time dan daring, sehingga mampu meminimalkan pemantauan konvensional yang menggunakan bahan bakar.

“Program tersebut dilaksanakan dan dikembangkan secara berkelanjutan di setiap lini perusahaan, untuk memberikan hasil yang optimal,” ungkap Arsal.

Dia menyebut, perseroan telah memiliki peta jalan atau roadmap manajemen karbon hingga tahun 2050. Untuk diketahui, sepanjang Januari-Juni 2022, pengurangan emisi yang sudah dilakukan oleh perseroan telah mencapai 77 ribu ton CO2e.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini