Share

Hilirisasi Batu Bara, Begini Upaya Bukit Asam (PTBA) Tekan Impor LPG

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2537851 hilirisasi-batu-bara-begini-upaya-bukit-asam-ptba-tekan-impor-lpg-LUQltQIul2.jpg Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berkomitmen mengembangkan dan melaksanakan proyek hilirisasi batu bara menjadi dymethil ether (DME). Proyek yang digarap bersama dengan PT Pertamina (Persero) dan Air Products and Chemicals, Inc sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor liquid petroleum gas (LPG).

Komitmen PTBA tersebut ditandai salah satunya dengan pelaksanaan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Kawasan Industri Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1/2022). Dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, proyek yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional melalui Perpres 109 tahun 2020 ini pun resmi dimulai.

Baca Juga: Gas Baru Buatan RI Tekan Impor LPG Rp80 Triliun, Cek 5 Faktanya

Direktur Utama Bukit Asam, Arsal Ismail mengungkapkan pelaksanaan groundbreaking ini menjadi momentum bersejarah dalam pengembangan kerja sama proyek.

“Kami berharap, acara ini menjadi gambaran yang baik dalam kaitannya dengan komitmen dan kesiapan Bukit Asam. Kami sekaligus mengharapkan dukungan Presiden beserta kementerian dan lembaga terkait demi kelancaran proyek hilirisasi ini,” ujar Arsal Ismail dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: DME Gantikan Gas LPG, Harganya Lebih Murah Enggak?

Arsal menambahkan, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME sejalan dengan transformasi dan focus Bukit Asam dalam pengembangan industri hilir untuk memberikan nilai tambah batu bara secara optimal.

Melalui proyek ini, batu bara kalori rendah akan dikonversi menjadi syngas dan diproses menjadi methanol untuk menghasilkan DME sebagai alternatif pengganti LPG.

Proyek akan dilakukan di Tanjung Enim selama 20 tahun dengan total investasi sebesar USD2,1 miliar atau setara Rp30 triliun. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Hadir pula Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Pj. Bupati Muara Enim Nasrun Umar, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan CEO Local Partner Air Products Indonesia Duddy Christian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini