Geo Dipa Bangun PLTP Unit II di Dieng dan Patuha Senilai USD300 Juta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 25 320 2047860 geo-dipa-bangun-pltp-unit-ii-di-dieng-dan-patuha-senilai-usd300-juta-Sw3j5FUe5g.jpeg Groundbreaking PLTP (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - PT Geo Dipa Energi (Persero) melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit II Dieng dan Patuha. Hal ini untuk menyediakan listrik tenaga panas bumi yang aman dan ramah lingkungan.

Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengatakan, kedua unit PLTP tersebut masing-masing akan dibangun dengan kapasitas 60 megawatt (MW). Rencananya pembangunan ini akan rampung pada tahun 2023. Adapun nilai kedua proyek tersebut sebesar USD300 juta. Di mana pendanaannya melalui pinjaman dari Asian Development Bank (ADB).

"Ini pendanaannya melalui pinjaman dari ADB," ujarnya saat membuka acara groundbreaking secara simbolis di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Cegah Korupsi, BUMN Manfaatkan Sistem Digital Pengadaan Proyek

Proyek PLTP Unit II Dieng dan Patuha ini masuk dalam bagian fast track program (FTP) tahap lI 10.000 MW, bagian dari program 35.000 MW milik pemerintah di sektor pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Selain kedua proyek tersebut, GeoDipa juga tengah membangun 10-15 MW pembangkit listrik berskala kecil dan 10-15 MW pembangkit listrik organic rankine cycle. Keduanya dibangun dengan skema pembangunan Build Operate Transfer yang akan beroperasi di 2020 dan 2022.

"Sehingga pada 2023, Geo Dipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 megawatt," kata dia.

Dari aspek lingkungan, Geo Dipa sebagai penghasil energi bersih akan berpartisipasi aktif mengurangi emisi karbon dunia. Pada tahun 2023 dengan total kapasitas 270 MW, maka diperkirakan akan mengurangi emisi karbon sekitar 1,7 juta ton atau meningkat dua kali lipat dari tahun 2019.

Baca Juga: Perfomance Bond Tak Cair, Geo Dipa Berpotensi Kehilangan Rp60 Miliar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pembangunan PLTP Unit II Dieng dan Patuha menjadi wujud nyata untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat. Juga untuk mendukung pengurangan kemiskinan dengan peningkatan produktivitas melalui tersedianya listrik.

"Selain itu sebagai langkah yang turut mendukung komitmen global dalam mengurangi perubahan iklim," katanya dalam kesempatan yang sama.

Dia menyatakan, Indonesia menargetkan bisa menerapkan energy mixed mencapai 23% dari energi baru dan terbarukan. Geo Dipa sendiri memiliki potensi kapasitas hingga 1.000 MW namun baru tercapai hingga 120 MW, maka dengan adanya proyek tersebut diharapkan peningkatan listrik dari PLTP bisa mendorong tercapainya target energy mixed.

"Kalau seandainya Geo Dipa bisa mencapai 1.000 MW maka ini bisa mengisi 23% energy mixed," kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini