nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PGN Butuh Rp12 Triliun Bangun 1,2 Juta Jargas

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 20:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 26 320 2048582 pgn-butuh-rp12-triliun-bangun-1-2-juta-jargas-l0FiKFS3tV.jpg Pipa Gas PGN (Foto: PGN)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk terus berusaha meningkatkan pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Ditargetkan pada 2020, ada sekitar 1,2 juta jaring gas rumah tangga yang tersambung.

Direktur Utama PGN Gigih Prakos mengatakan, wacana pembangunan tersebut tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Dalam Ruen, ditargetkan jaringan gas mencapai 4,7 juta sambungan.

"RUEN 4,7 jaringan gas dicapai 5 tahun ke depan sampai 2024. Saat ini sedang siapkan proposal bagaimana capai target itu," ujarnya dalam konferensi pers RUPST di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Baca Juga: Sudah Uji Tuntas, Pertamina-PGN Belum Deal soal Saka Energi

Menurut Gigih, nantinya jaringan gas ini juga diharpkan bisa digunakan secara komersial juga. Artinya, perseroan akan mencoba membangun jargas ini untuk keperluan rumah tangga dan juga industri.

Sesuai klasterisasi, konsumen jaringan gas dibagi menjadi beberapa segmen. Yakni konsumen rumah tangga (RT) dan pelanggan kecil (PK). Untuk rumah tangga dibagi menjadi RT-1 yang terdiri dari rumah susun, rumah sederhana dan rumah sangat sederhana dan RT-2 yang terdiri dari rumah mewah, rumah menengah ke atasm dan apartemen.

Sementara untuk pelanggan kecil yakni PK-1 yang terdiri dari puskesmas, RS pemerintah, dan panti asuhan sedangkan PK-2 yakni hotel, restoran dan perkantoran.

Menurut Gigih, penambahan jargas harus diikuti dengan penambahan lapangan migas yang dikelola. Saat ini terdapat cadangan migas baru di Blok Migas Saka Kemang yang sangat potensial.

"Tentunya ingin kembangkan jargas lebih kepada bisnis yang komersial. Jadi ada strata yang kita kembangkan. Lebih komersil gimana dan tetap bisa layani konsumen-konsumen jargas yang perlu dibantu secara tarif harga spesial," kata Gigih.

Menurut Gigih, pembangunan jargas baru ini juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan gas elpiji. Apalagi penggunaan jaringan gas ini jauh lebih murah ongkosnya dan tidak membebani impor negara.

“Kita akan fokus pengembangan jargas terutama untuk mendorong subtisusi penggunaan gas elpiji yang saat ini besaran subsidinya sudah luar biasa. Selain gas bumi, kita juga sudah punya produk baru berupa gas cair (LNG) yang saat ini sudah kita coba di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.

Baca Juga: Bos PGN Bakal Buka-bukaan soal Kinerja Kuartal I-2019

Sementara itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo mengatakan, penambahan jargas sebanyak 1,2 juta sambungan dalam dua tahun tentunya membutuhkan penambahan capital expenditure (capex) atau belanja modal. Diperkirakan, kebutuhan modal untuk 1,2 juta sambungan jargas sekitar Rp12 triliun.

“Kita harus siapkan capex ini tapi tentunya kita harus melakukan pertemuan dahulu sehingga mungkin kita tidak sendiri, tapi bersama para pemangku kepentingan lain untuk sama-sama membangun jargas,” ucap Dilo.

Dana sebesar itu nantinya selain memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),pihaknya juga akan mencari skema pembiayaan lainnya. Seperti dengan melakukan kerjasama dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan usaha (KPBU).

“Memang saat ini kita lagi tahap pembicaraan secara keseluruhan,” ucapnya. (fbn)

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini