nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuan China Anjlok karena Perang Dagang, Terlemah sejak Desember

Selasa 14 Mei 2019 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 14 278 2055358 yuan-china-anjlok-karena-perang-dagang-terlemah-sejak-desember-CsvNRNpETl.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Kurs yuan China jatuh ke tingkat terendah terhadap dolar AS sejak Desember pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China meningkat, dengan masing-masing negara menaikkan tarif barang satu sama lainnya.

China berencana untuk mengenakan tarif lebih tinggi pada barang-barang Amerika Serikat senilai USD60 miliar, kata kementerian keuangan pada Senin (13/5/2019), setelah Amerika Serikat mengumumkan kenaikan tarif terhadap 200 miliar dolar AS produk-produk China pada Jumat (10/5/2019).

Presiden AS Donald Trump mengatakan Beijing "melanggar kesepakatan" dengan mengingkari komitmen sebelumnya yang dibuat selama negosiasi berbulan-bulan, sementara China mengatakan pada Minggu (12/5/2019) bahwa pihaknya tidak akan menelan "buah pahit" yang merusak kepentingannya.

 Baca Juga: Aksi China Balas Kebijakan Tarif Trump, Dolar AS Langsung Jeblok

Yuan melemah menjadi 6,92 terhadap dolar AS, tingkat terendah sejak 24 Desember. China diperkirakan akan melakukan intervensi untuk menghentikan penurunan tujuh persen terhadap dolar AS. Demikian seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Ketegangan yang meningkat antara kedua negara juga meningkatkan kekhawatiran bahwa China akan menjual kepemilikan surat utang pemerintah AS yang besar sebagai hukuman atau sebagai taktik negosiasi melawan Amerika Serikat.

Itu menekan greenback terhadap mata uang safe haven yen Jepang dan franc Swiss. Dolar AS juga sempat melemah terhadap euro, sebelum mengurangi kembali kerugiannya.

"Mereka memiliki bagian yang cukup besar dari surat utang AS dan itu membuat pasar sedikit ketakutan dan telah membuat perdagangan dolar AS defensif terhadap beberapa mata uang utama lainnya," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto

 Baca Juga: Perang Dagang II, China Balas Kenakan Tarif Impor USD60 Miliar untuk Produk AS

Euro juga dapat diuntungkan terhadap dolar AS karena zona euro memiliki surplus neraca pembayaran, dan "pada saat perang perdagangan, surplus mata uang cenderung cukup baik," kata Rai.

Investor juga fokus pada apakah Trump akan mengenakan tarif pada mobil dan suku cadang impor karena pembicaraan berlanjut dengan Uni Eropa dan Jepang.

Trump menerima laporan investigasi "Bagian 232" pada Februari, secara luas diyakini telah menyimpulkan bahwa impor suku cadang mobil dan mobil berisiko bagi keamanan nasional. Masa pembahasan 90 hari presiden akan berakhir pada 18 Mei.

"Pasar mengharapkan bahwa pemerintah Trump akan memperpanjang batas waktu itu. Jika tidak ada indikasi bahwa mereka akan melihat ekuitas mendapat sedikit pukulan minggu ini," kata Rai.

Sterling juga tergelincir ke tingkat terendah dalam dua minggu di tengah kekhawatiran bahwa parlemen Inggris akan gagal mencapai kesepakatan lintas partai tentang Brexit.

Hingga 150 anggota parlemen dari oposisi Partai Buruh Inggris akan menolak perjanjian yang tidak termasuk dalam referendum, kata seorang anggota parlemen Partai Buruh yang disebut sebagai menteri bayangan Brexit, Keir Starmer kepada surat kabar Guardian.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini