nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Ciri Karyawan Pembawa Kehancuran

Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 14:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 20 320 2057956 jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-ciri-karyawan-pembawa-kehancuran-4cUoAEQZhS.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Nabi Muhammad SAW menekankan pada pentingnya sikap profesional dalam pekerjaan. The Right Man on The Right Job menjadi inti dari sikap profesional.

Sikap ini menjauhkan dari sifat malas, tidak mau berusaha dan hanya menerima tanpa ada usaha untuk menuju ke arah yang lebih baik.

Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan, apabila menempatkan seseorang bukan pada pekerjaan yang dia kuasai maka bersiaplah untuk mengalami kehancuran.

 Baca Juga: Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Kisah Kapak Kayu

Orang yang tidak kompeten dalam menjalankan suatu bidang atau pekerjaan tertentu hanya akan memperburuk keadaan. Seorang yang profesional juga akan selalu bersikap cermat dalam setiap perbuatan yang dilakukan, karena ia percaya bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini. Demikian seperti dikutip dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, terbitan Madani Prima, Selasa (21/5/2019).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Yang terbaik dari kalian (manusia) adalah yang tidak mengabaikan dunia demi mengejar Hari Akhir, atau yang mengejar Hari akhir demi dunia ini dan tidak menjadi beban bagi orang lain.”

Penekanan pada “Tidak menjadi beban untuk orang lain” memicu sikap untuk terus berusaha mengejar cita-cita atau target yang diinginkan.

Pada akhirnya, sikap ini akan membawa seorang individu pada pemanfaatan waktu dan sumber daya yang semakin efektif dan efisien.

 Baca Juga: Jejak Bisnis Rasullah SAW, di Usia 12 Tahun Jeli Melihat Peluang Usaha

Hanya karena adanya penekanan pada sikap ikhlas tidak berarti setiap orang menjadi malas. Profesionalisme dan ikhlas adalah dua hal yang saling berkaitan dan saling menyeimbangkan. Ikhlas menjaga seseorang dari sikap terlalu memaksakan diri dan menerima apa pun hasilnya setelah usaha yang optimal.

Profesionalisme menjaga dari sikap malas dan hanya menerima apa adanya tanpa ada usaha yang optimal.

Keduanya adalah sebuah sistem yang bersinambungan. Dengan memiliki dua sikap tersebut, seorang pengusaha akan tidak akan menjadi sosok yang terlalu memaksakan ataupun terlalu mudah menyerah.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini