nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot, Intip Kemegahannya

Senin 20 Mei 2019 17:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 20 320 2058070 jokowi-resmikan-bendungan-rotiklot-intip-kemegahannya-bMikp0w0X2.jpg Bendungan Rotiklot (Foto: PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengutarakan harapannya agar pembangunan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Senin, diikuti pembangunan jaringan irigasinya.

"Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," kata Basuki Hadimuljono seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Senin (20/5/2019).

 Baca Juga: Jokowi Terbang ke Atambua untuk Pantau Bendungan Rotiklot

Apalagi, menurut Menteri Basuki, ketersediaan air menjadi penting bagi pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.

Untuk itu, ujar dia, kunci kemajuan di NTT yaitu adanya ketersediaan air yang memadai baik untuk air minum maupun keperluan pertanian dan peternakan.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, Bendungan Rotiklot merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun pada periode 2015-2019.

Bendungan dengan kapasitas hingga sebesar 3,3 juta meter kubik itu juga sudah dilakukan pengisian sejak bulan Desember 2018.

 Baca Juga: Jokowi Kunker ke NTT Resmikan Bendungan Raksasa hingga Tabur Benih Ikan

Manfaat bendungan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter/detik, suplai irigasi seluas 149 hektar, dan pariwisata.

Bendungan Rotiklot juga berfungsi mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Belu yang memiliki musim hujan singkat yakni sekitar 3 bulan namun intensitasnya tinggi.

Pembangunan bendungan Rotiklot yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) - PT Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dari APBN senilai Rp496 miliar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini