"Dalam kondisi Lebaran ini, omzet bisa lebih dari segitu rata-rata. Jadi kerugian uang tidak berputar itu bisa mencapai Rp150 miliar," ungkapnya.
Tentunya, jika aksi demo ini berlanjut hingga esok hari akan semakin merugikan pedagang. Terlebih besok hari Kamis, di mana para pedagang dari luar kota rutin berdatangan. Mereka berjualan di sekitaran luar Gedung Pasar Tanah Abang atau disebut dengan Pasar Tasik.
"Kalau besok berlanjut kerugian yah bisa mencapai lebih Rp300 miliar (untuk pedagang yang di dalam gedung), apalagi Senin dan Kamis kan ada Pasar Tasik. Jadi kerugian bisa lebih besar lagi," paparnya.
Yasril menegaskan, penutupan Pasar Tanah Abang merupakan kebijakan dari pihak pengelola gedung, sebab dari sisi pedagang, tentu ingin tetap berjualan. Namun pengelola mementingkan apsek keamanan dan keselamatan pedagang maupun pembeli.
"Pengelola gedung juga enggak mau gedungnya bermasalah, juga kalau buka pedagang dan pembeli jadi enggak aman," katanya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.