nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, agar Pelanggan Loyal

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 14:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 320 2059943 jejak-bisnis-nabi-nabi-muhammad-saw-agar-pelanggan-loyal-wyzoKXrxdK.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Terkadang, setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cenderung memanfaatkan kesetiaan tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Pada Maret 2004 terjadi maraknya bank-bank di Indonesia yang mengeluarkan kartu kredit tanpa menghiraukan seruan Bank Indonesia mengenai pembatasan jumlah kartu kredit yang beredar. Dalam hal ini, apabila dilihat dari sisi corporate, mereka sesungguhnya telah melakukan pembodohan pada pelanggan walau dengan kerangka dasar ingin memanjakan pelanggan.

Kartu kredit yang dikemas secara menarik seperti menawarkan berbagai hadiah, kebebasan iuran yang dijanjikan, bonus-bonus sampai imbalan kembalinya uang yang menjadi senjata untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, tidak seindah yang terlihat.

 Baca Juga: Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Rahasia Sukses Menjadi Entrepreneur

Perusahaan-perusahaan tersebut dengan dalih hendak memudahkan pelanggan bagi sebagiancustomer malah menjerat kedalam jebakanhutang. Bank-bankatauperusahaan-perusahaan tersebut tidak menghiraukan ketidaksiapan psikologis dari sebagian masyarakat yang belum mampu untuk bersikap bijak dalam membelanjakan uang.

Kalau pemegang kartu kredit bisa membayar tagihan dengan baik, perusahaan melayani dengan sangat baik. Tetapi ketika kita tidak bisa membayar dikarenakan bangkrut atau mengalami kecelakaan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit atau kesalahan perhitungan dalam menggunakan kartu kredit, apakah perusahaan masih bisa melayani dan bersikap manis dan mau menolong atau tidak mau tahu?

Kalaupun selama terjalin hubungan antar pengguna kartu kredit dan bank tidak terjadi pergesekkan maka hubungan yang terjalin pun hanya dinilai dengan uang. Ada uang abang disayang tak ada uang abang ditendang.

Sedangkan dari sisi customer, banyaknya kartu kredit yang menjanjikan kemudahan akan memengaruhi pola pikir konsumen untuk tidak dapat bersikap cermat dan menimbulkan sikap gemar berhutang. Dengan mendapatkan kepercayaan pelanggan yang didapat hanya dari penguasaan heart share tanpa didasari oleh sikap-sikap yang mengarah pada soulshare akan membuat sebuah perusahaan merasa lebih tahu akan apa-apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

 Baca Juga: Jejak Bisnis Rasullah SAW, di Usia 12 Tahun Jeli Melihat Peluang Usaha

Pelanggan yang dulunya cermat akan menjadi royal karena telah terpengaruh oleh janji-janji indah yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan dengan produk mereka yang tampak sebagai solusi pada setiap permasalahan konsumen. Customer pun tidak bermurah hati pada diri sendiri karena berbelanja menggunakan kartu kredit dengan kurang cermat walau menyadari adanya beban bunga yang harus dibayar.

Dalam hal ini, baik corporate atau customer sama-sama tidak saling bermurah hati sehingga menghancurkan hubungan yang sudah terjalin. Nabi Muhammad SAW, di sisi lain berkata, “Kamu lebih mengetahui duniamu daripada aku”. Hal tersebut menegaskan bahwa walaupun telah mendapatkan total trust dari pelanggan, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menawarkan semua jenis produk atau menjanjikan semua solusi untuk semua orang.

 Jejak Bisnis

Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, terbitan Madani Prima, Sabtu (25/5/2019), murah hati yang membentuk marketing Nabi Muhammad SAW menjaga siapa pun dari melakukan sikap pembodohan dan pemanfaatan konsumen, murah hati adalah the center of soul marketing, sebuah konsep marketing yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kejujuran menghasilkan kepercayaan, keikhlasan menghasilkan ketenangan dalam bekerja, profesionalisme menghasilkan kesungguhan dan dedikasi tinggi serta silaturahmi membentuk jaringan kerja dan keuntungan moril dan materil yang tidak terbatas. Dengan didasari sikap murah hati dan cara kerja dari keempat elemen tersebut yang berkesinambungan akan membentuk sebuah pola pikir yang ideal, sebuah paradigma baru yang berpusat pada sikap murah hati. Ini adalah the real solution dalam marketing yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW .

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli dan membuat suatu pernyataan”.

Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang pengusaha yang profit oriented, tetapiialebihmementingkanpadapengikatanhubungan jangka panjang dengan para pelanggannya. Dengan hubungan jangka panjang dengan didasari saling menghormati dan percaya, Nabi Muhammad SAW justru menghasilkan profit lebih baik dibanding para pengusaha lain pada waktu itu.

Nabi Muhammad SAW dengan formula sederhananya telah menyentuh jiwa setiap orang yang berinteraksi dengannya sehingga dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah menyentuh soul-share dari customer. Di luar kapasitas Nabi Muhammad SAW yang jauh di atas semua orang, jejak langkahnya yang menekankan pada kejujuran, keikhlasan, profesional dan senantiasa bermurah hati adalah sebuah konsep sederhana dengan efek yang luar biasa.

Penambahan nilai pada produk atau jasa yang diiringi dengan pengalaman yang menyertai ternyata tidak mencukupi untuk mempertahankan loyalty customer. Dengan Loyalty, dari sisi customer masih ada kecenderungan untuk berpindah ke produk lain dan dari sisi perusahaan masih bisa timbul kecenderungan untuk melakukan pembodohan yang ujung-ujungnya duit.

Soul marketing dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara company dan customer yang didasari atas sikap saling menghormati, saling mempercayai dan saling menguntungkan. Pada tahap ini bukan lagi sekadar membentuk loyalty customer tetapi menciptakan trusly customer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini