nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden: Infrastruktur Merata, Pengusaha Harus Bangun Sentra Ekonomi Baru

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 08:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 27 320 2060716 presiden-infrastruktur-merata-pengusaha-harus-bangun-sentra-ekonomi-baru-vQ9w2e86aQ.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Dalam lima tahun terakhir ini, pemerintah telah berusaha membangun infrastruktur secara merata di seluruh penjuru Tanah Air. Pembangunan tersebut utamanya dimaksudkan agar semakin banyak daerah atau wilayah di Indonesia yang menjadi terhubung antara satu dengan lainnya.

Untuk itu, Presiden meminta para pengusaha harus mampu memanfaatkan pembangunan tersebut dengan menghadirkan sentra-sentra ekonomi baru yang membuat perekonomian semakin bergerak.

Baca Juga: Fakta Proyek Jalan Tol Dihentikan H-10 Lebaran

“Ini tugasnya pengusaha melanjutkan apa yang telah dikerjakan pemerintah ini dengan membangun sentra-sentra ekonomi, pusat-pusat ekonomi, yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi kita,” kata Presiden Jokowi dalam acara Silaturahmi Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan buka puasa bersama anak yatim dilansir dari laman Setkab, Senin (27/5/2019).

Presiden menjelaskan, selama berkeliling Indonesia dari Sabang hingga Merauke, hampir semua wilayah yang ada memiliki masalah yang sama, yakni konektivitas. Maka itu, sejumlah pembangunan fasilitas umum seperti jalan, jalan tol, bandara, dan pelabuhan dilakukan secara besar-besaran.

Jokowi dan Maaruf Amin Sambangi Kampung Deret Jakarta Pusat 

“Inilah pekerjaan besar kita sehingga dalam lima tahun ini konsentrasi kita pada membangun infrastruktur. Yaitu agar konektivitas antarkota, antarkabupaten, dan antarprovinsi itu betul-betul bisa tersambung,” ucap Presiden.

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengupayakan reformasi birokrasi secara bertahap dengan tujuan utama untuk membuat proses perizinan menjadi semakin mudah. Menurut Presiden, penyederhanaan lembaga mutlak diperlukan agar dapat bekerja dengan lebih efisien dan cepat sehingga meminimalisir adanya tumpang tindih kewenangan.

“Dalam lima tahun ini telah kita bubarkan 23 lembaga yang kita lihat sudah tidak relevan dengan waktu dan zaman yang ada. Ke depan saya kira masih banyak lagi nantinya lembaga-lembaga yang memang tidak kita perlukan yang akan kita hapus dan tiadakan,” ucap Presiden.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini