nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi Ramadan Dipicu Kenaikan Harga Cabai Merah hingga Tiket Kereta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 10 320 2064930 inflasi-ramadan-dipicu-kenaikan-harga-cabai-merah-hingga-tiket-kereta-r4Whq0iMdY.jpeg Inflasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi pada April 2019 sebesar 0,68% (month to month/mtm). Realisasi ini lebih tinggi dari tingkat inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,44% mtm.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, peningkatan inflasi didorong kenaikan harga pada komoditas kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, hingga kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di bulan Ramadan.

"Penyebab utamanya kenaikan harga cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, juga kenaikan tarif angkutan kota, pesawat, dan kereta api karena kenaikan permintaan mendekati puasa dan Lebaran. Jadi kenaikan ini masih sangat wajar," jelas dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Dia menjelaskan, pada kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,02% dengan andil sebesar 0,43% pada inflasi nasional. Penyebabnya terdiri dari kenaikan cabai merah 0,10%, daging ayam ras 0,05%, bawang putih 0,05%, ikan segar 0,04% dan berbagai komoditas sayuran 0.01%.

Baca Juga: BPS: Inflasi Mei 2019 Tercatat 0,68%

Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi yakni bawang merah sebesar 0,04%. Hal ini didorong terjadi panen raya di wilayah Brebes, Jawa Tengah dan Bima, Nusa Tenggara Barat sehingga terjadi penurunan harga di 51 kota dari pemantauan di 82 kota.

"Begitu juga beras yang alami deflasi dengan sumbangannya 0,02%," kata dia.

Adapun penyumbang inflasi terbesar lainnya yakni kenaikan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang sebesar 0,56% dengan andil 0,10%. Di mana komoditas dominanya adalah nasi dan lauk pauk, rokok, dan gula pasir dengan andil masing-masing 0,01%.

Lalu pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,54% dengan andil sebesar 0,10%. Di mana komoditas penyumbang inflasi yakni tarif angkutan antar kota dengan andil 0,04% dan angkutan udara maupun kereta api 0,02%, serta tarif parkir 0,01%.

"Karena permintaan pulang kampung memang tinggi, jadi bisa dimaklumi. Maka ini sesuatu yang wajar meski dikeluhkan harga tiket mahal," katanya.

bps

Sementara, inflasi kelompok sandang tercatat sebesar 0,45% dengan andil 0,02%. Di dorong inflasi pada sandang laki-laki 0,45%, wanita 0,52% dan anak-anak 0,56%. Lalu kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,18% dengan andil 0,01%. Didorong inflasi pada obat-obatan 0,26%, jasa perawatan jasmani 0,40%, dan perawatan jasmani dan kosmetika 0,14%.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar tercatat mengalami inflasi 0,06% dengan andil 0,02%. Penyumbang utamanya biaya tempat tinggal 0,01%, perlengkapan rumah tangga 0,20%, dan penyelenggaraan rumah tangga 0,35%.

"Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga inflasinya 0,03%. Kelompok ini tidak memberi andil inflasi nasional," kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini