nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Belum Optimal

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 09:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 11 320 2065186 bps-catat-kunjungan-wisatawan-mancanegara-belum-optimal-qnDG2vfb6b.jpg Ilustrasi BPS (Foto: Okezone)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2019 mencapai 1,303 juta kunjungan atau naik tipis 0,11% dibanding April 2018 yang sebanyak 1,302 juta.

Jika dibandingkan dengan Maret 2019, kunjungan wisman pada April 2019 menurun 2,74%. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan jumlah wisman pada April 2019 terjadi karena pola musiman.

“Kalau kita lihat pada 2015, 2016, setiap April terjadi penurunan, kecuali yang agak tidak biasa di bulan April 2017. Penurunan terbesar terjadi di pintu masuk Tanjung Benoa karena jumlah kapar pesiar yang berlabuh jauh lebih kecil,” ungkapnya di Jakarta kemarin.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada April 2019 menurun 8,82% dibanding April tahun lalu. Penurunan ini terjadi di tujuh pintu masuk udara dengan persentase penurunan tertinggi di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mencapai 51,42%, diikuti Bandara Juan da, Jawa Timur (29,10%), dan Bandara Ahmad Yani, Jawa Tengah (26,08%).

Baca Juga: Jumlah Wisman di Januari 2019 Turun Jadi 1,16 Juta

Sedangkan penurunan terendah terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali sebe sar 7,75%. Sementara kenaikan jumlah kunjungan wisman terjadi di delapan pintu masuk udara dengan persentase kenaikan paling tinggi di Bandara Sultan Badarudin II, Sumatera Selatan sebesar 65,51%.

“Kita berharap jumlah wisman ini akan meningkat dan tentunya mendatangkan devisa bagi negara,” ungkapnya. Secara kumulatif (Januari-April 2019) kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 5,12 juta kunjungan atau naik 3,22% di bandingkan peri ode yang sama 2018 yang sebanyak 4,96 juta kunjungan.

Menurut kebangsaan, terbanyak berkunjung ke Indonesia adalah wisman asal Malaysia dengan 256.300 kunjungan, disusul China (171.600), Singapura (150.000), Timor Leste (106.245), dan Australia (102.000).

Terpisah, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengakui capaian kunjungan wisman secara bulanan maupun kumulatif tersebut masih di bawah angka psikologis.

“Angka 1,3 juta ini tidak bagus karena angka psikologis kita 1,5 juta per bulan atau 18 juta wisman pada akhir tahun ini,” ujarnya. Menpar menargetkan pada Juli 2019 kunjungan wisman bulanan bisa tembus 1,5 juta dan diharapkan bisa berlanjut hingga akhir tahun.

Baca Juga: 1,27 Juta Turis Asing Kunjungi Indonesia. Terbanyak dari Malaysia

Untuk mengoptimalkan pencapaian kunjungan wisman, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memasang sembilan strategi, dua di antaranya yang akan dipacu adalah memanfaatkan Singapura dan Kuala Lumpur sebagai tourism hub serta low cost carrier terminal (LCCT).

Menpar menegaskan, menjadikan Singapura sebagai hub bukan berarti tidak nasionalis. “Program ini sebagai solusi terhadap direct flight yang sulit dilakukan dan membutuhkan waktu relatif lama,” tandasnya.

Dia mencontohkan, untuk menarik kunjungan wisman dari India, hanya terdapat satu penerbangan langsung dari Mumbai, India ke Bali dengan frekuensi terbang tiga kali seminggu. Padahal, penerbangan dari India ke Singapura mencapai 70 kali per minggu atau 10 kali per hari.

“Ada jutaan turis India dan China yang singgah di Singapura. Melalui biro perjalanan di sana, kita memengaruhi mereka untuk melanjutkan liburan ke Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, LCCT digulirkan untuk merespons pesatnya pertumbuhan penumpang (termasuk wisman) yang menggunakan penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC).

“Per 1 Mei 2019 Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta resmi menjadi LCCT, dan kita harapkan akan terjadi lonjakan 1 juta wisman,” ucap Menpar.

(Oktiani Endarwati/Inda)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini