Cara Sri Mulyani Batasi Tenaga Kerja Asing Masuk ke Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 11 320 2065400 cara-sri-mulyani-batasi-tenaga-kerja-asing-masuk-ke-indonesia-gZJHGUcFQN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun depan, pemerintah akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memanfaatkan jumlah penduduk usia muda yang besar di Indonesia. Hal itu dilakukan lewat pendidikan vokasi, pelatihan, sistem magang, serta perbaikan sstem pendidikan.

Dia menyatakan, pemerintah akan bekerjasama dengan dunia usaha untuk memperbaiki kualitas dan produktivitas tenaga kerja Indonesia. Kerjasama itu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan kegiatan penanaman modal, baik domestik maupun asing.

 Baca Juga: Rapat Banggar, Sri Mulyani hingga Gubernur BI Bahas Ekonomi 5,6%

Meski bekerjasama dengan pihak asing, dia menekankan pemerintah bakal membatasi masuknya tenaga kerja asing (TKA) masuk ke Indonesia. Di mana hanya tenaga kerja asing untuk profesi yang membutuhkan keahlian (skilled jobs) saja.

"Penyerapan teknologi melalui proses produksi dan pengetahuan yang dibawa oleh penanaman modal asing (PMA), sejalan dengan pandangan Fraksi Gerindra untuk membatasi tenaga kerja asing hanya untuk profesi yang membutuhkan keahlian," kata dia dalam Rapat Paripurna di DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi memang harus bersifat inklusif dan berkualitas sehingga dapat berdampak pada pengurangan pengangguran, penurunan tingkat kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

 Baca Juga: Sri Mulyani Bertemu Bos Bank Dunia di Jepang, Bahas Utang?

Selain melalui peningkatan SDM, mendorong pertumbuhan ekonomi juga dilakukan dengan pembangunan infrastruktur. Meski telah dilakukan secara masif pada tahun-tahun sebelumnya, ke depan pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan, khususnya pada daerah yang masih tertinggal dalam ketersediaan dan efisiensi infrastruktur dan logistik.

"Ketersediaan infrastruktur juga saat in telah dinikmati oleh masyarakat, seperti yang terlihat selama kegiatan mudik Lebaran. lnfrastruktur juga menopang pemerataan pembangunan dan menopang usaha kecil menengah dalam akses pasar dan memanfaatkan ekonomi digital dan e-commerce," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini