Belanja Pemerintah Capai Rp855,9 Triliun, Tertinggi dari Bansos

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 21 20 2069272 belanja-pemerintah-capai-rp855-9-triliun-tertinggi-dari-bansos-cAtL33KigT.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan belanja pemerintah sebesar Rp855,9 triliun hingga akhir Mei 2019. Realisasi ini setara 34,8% dari pagu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp2.461,1 triliun.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, maka belanja pemerintah naik 9,8% dari Rp779,5 triliun.

Belanja ini terdiri dari transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp325,1 triliun atau setara 39,3% dari target dalam APBN 2019. Lalu belanja pemerintah pusat sebesar Rp530,8 triliun, atau setara 32,5% dari target.

"Dibandingkan periode yang sama di tahun lalu pertumbuhan transfer ke daerah dan dana desa 1,1%, lalu belanja pemerintah pusat tumbuh 9,8%," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Baca Juga: Penyaluran Bansos Rp23,6 Triliun hingga Februari, Melonjak 70%

Adapun dalam pos belanja pemerintah pusat, tercatat belanja bantuan sosial (bansos) mengalami pertumbuhan tertinggi yakni 53,7% dari periode tahun lalu, menjadi Rp60,3 triliun di akhir Mei 2019. Realisasi ini setara 59,1% dari pagu APBN 2019 yang sebesar Rp102,1 triliun.

Menurut Bendahara Negara tersebut, penyaluran bansos tersebut untuk kebutuhan realisasi pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) yang mencapai 59,4%, penarikan di muka iuran PBI JKN hingga November, realisasi bantuan pangan, Program Indonesia Pintar (PIP) dan bidikmisi.

"Bansos realisasi PKH sampai dengan Mei Rp19,4 triliun, naik dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp17 triliun. Ini karena PKH 2019 juga jumlahnya dinaikkan dari sisi penerimaan," jelas dia.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Kenaikan Gaji PNS

Adapun untuk kebutuhan subsidi tercatat mencapai Rp50,6 triliun atau turun 17% dari Mei 2018. Realisasi ini terdiri dari subsidi energi yakni BBM dan LPG sebesar Rp23,5 triliun, serta listrik sebesar Rp14,8 triliun. Sisanya subsidi non energi sebesar Rp12,2 triliun.

Sementara belanja pegawai sebesar Rp163,5 triliun atau tumbuh 26,8% dan belanja barang sebesar Rp99,3 triliun atau naik 16,9%. Sedangkan belanja modal mencapai Rp29,1 triliun atau turun 5,9% dari tahun lalu.

Kemudian untuk pembiayaan bunga utang tercatat mencapai Rp127,1 triliun hingga akhir Mei 2019 atau tumbuh 13%. Lalu untuk belanja lain-lain sebesar Rp1 triliun atau tumbuh 53% dari Mei 2018.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini