nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buwas: Sebagian Besar Pangan Dalam Negeri Hasil Impor

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 18:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 21 320 2069354 buwas-sebagian-besar-pangan-dalam-negeri-hasil-impor-uBqecCXtlm.jpeg Pelabuhan. Foto: Shutterstock

SUKOHARJO - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengaku prihatin dengan kondisi pangan dalam negeri. Menurut Buwas, tidak ada satu pun pangan di dalam negeri yang tidak impor. Hampir semua pangan di dalam negeri itu seluruhnya impor.

"Saat ini kita tidak fokus terhadap apa yang mendasar, pangan. Coba apa yang tidak impor hari ini soal pangan. Garam impor, bahan tahu tempe kita impor. Apa-apa impor," papar Buwas saat panen raya yang merupakan kerjasama on Farm dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) di wilayah Surakarta, Jumat (21/6/2019).

Seharusnya dengan kondisi seperti ini,ungkap Buwas, merupakan tantangan buat siapa saja, termasuk dirinya yang diberi amanah jabatan untuk segera membenahi semua ini.

Baca Juga: Perbaiki Neraca Dagang, Kontraktor Migas Dilarang Ekspor

"Ini amanah dari yang kuasa untuk kita semua. Kalau tidak, kita ini termasuk kelompok yang akan masuk di neraka jahanam. Percaya sama saya. Karena apa, begitu kita diberi amanah dari Allah, kita tidak berbuat apa-apa, ya, tidak ada gunanya kita," terang Buwas.

Karena itulah, Buwas mengaku sangat miris di kala bahan pangan pokok termasuk beras terpaksa harus impor. Seharusnya, kondisi ini menjadi pukulan telah buat bangsa Indonesia. Terutama para pejabat yang menangani bahan pangan. Di mana, begitu bahan dasar harus dilakukan dengan cara impor, maka tak seharusnya pejabat yang menangani hal tersebut tak perlu tampil.

"Karena apa, ya, karena kehidupan kita sudah tidak ada. Ini pukulan telak buat kita buat bangsa Indonesia. Di kala kita sudah impor bahan dasar, tidak usahlah kita tampil. Karena, kehidupan kita sudah tidak ada," terang Buwas.

Baca Juga: Perbaiki Transaksi Berjalan, RI Stop Impor Avtur dan Solar

Meski begitu, Buwas mengaku tidak patah semangat untuk berusaha agar komoditas pangan, terutama beras tidaklah impor.

Langkah-langkah untuk meningkatkan komoditas pangan terus dilakukan. Salah satunya memberikan semangat pada para petani untuk terus berbuat bagi negara.

Dan hasilnya, Bulog pun sempat ekspor beras ke Timor Leste, Brunai, dan Papua Nugini. Namun, di kala Bulog untuk terus mempertahankan agar tetap bisa ekspor beras keluar negeri, Bulog pun dihantam, mulai dari harga hingga kualitas.

"Ini yang harus kita raih. Makannya yang pertama yang harus kita raih yaitu memberikan semangat dan harapan kepada para petani. Dengan apa, ya, ini tadi (panen raya)," ujarnya.

"Jangan sampai di saat petani mau tani, karena ketergantungan pupuk, pupuknya tidak ada. Begitu petani cari bibit, bibitnya ala kadarnya. Makannya jadi ala kadar. Dan ini tidak bisa. Kita harus kejar kualitas dan kuantitas Kalau itu tercapai, bisa-bisa satu hektar hasil yang dicapai 10 ton," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini